📊 Market Overview — Kamis, 1 Oktober 2026
⚠️ Catatan sumber data: tabel per-emiten (
HistoricalData) untuk tanggal ini belum tersinkron di DB saat report dibuat — IHSG dari Yahoo Finance, top movers dari sumber berita (IDX Channel, Bisnis.com, Okezone, Katadata), volume dari Yahoo Finance (.JK). Net foreign & sektor dari siaran BEI via media.
📈 IHSG
📉 IHSG: 6,009.50 (-1.02%, -61.64 poin)
IHSG memulai Oktober dengan longsor ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Indeks dibuka tipis menguat (~6,080.80), sempat menyentuh puncak harian 6,095.23, lalu dijual konsisten sampai menembus level psikologis 6.000 dan menyentuh titik terendah 5,973.16 sebelum ditutup di 6,009.50.
Pemicu utama: reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo yang memunculkan kembali ketidakpastian arah kebijakan ekonomi, ditambah tekanan eksternal — rupiah melemah ~0.45% ke Rp17.950/US$, yield UST 10Y menanjak ke 5.32%, dan harga minyak yang kembali menembus US$100/barel di tengah negosiasi AS–Iran yang buntu.
Secara teknikal IHSG terpeleset mengetes support psikologis 6.019 → 6.000; bila jebol, support berikutnya di 5.854–5.840 (previous low). Resistance di 6.185–6.240 untuk konfirmasi rebound.
🏆 Top 10 Gainers
| # | Ticker | Nama | Harga | Change% | Sektor | Volume |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | MGNA | Magna Investama Mandiri | 189 | +35.00% | Keuangan | 42.8M |
| 2 | AKKU | Anugerah Kagum Karya Utama | 45 | +32.35% | Properti & Real Estat | 37.2M |
| 3 | CCSI | Communication Cable Systems Indonesia | 470 | +25.00% | Perindustrian | 36.6M |
| 4 | ROCK | Rockfields Properti Indonesia | 2,370 | +24.74% | Properti & Real Estat | 648K |
| 5 | BLTZ | Graha Layar Prima | 2,880 | +24.68% | Barang Konsumen Non-Primer | 8K |
| 6 | SAFE | Steady Safe | 710 | +24.56% | Transportasi & Logistik | 1.7M |
| 7 | CSMI | Cipta Selera Murni | 290 | +23.93% | Barang Konsumen Primer | 196.6M |
| 8 | UNIQ | Ulima Nitra | 137 | +21.24% | Energi | 66.9M |
| 9 | EPAC | Megalestari Epack Sentosaraya | 48 | +17.07% | Perindustrian | 455.3M |
| 10 | AIMS | Artha Mahiya Investama | 705 | +16.53% | Keuangan | 7.1M |
Insight: Di pasar yang longsor, gainers diisi second/third liner bervolume jumbo — bukan nama berkapitalisasi besar. MGNA (+35% ke Rp189) memuncaki daftar dengan volume 42.8M; CSMI dan EPAC mencatat volume raksasa (196.6M dan 455.3M saham) — indikasi spekulasi tinggi di saham receh. CCSI menyentuh 52-week high (+25% ke Rp470). Di LQ45, hanya CUAN (+2.37%), AADI (+1.83%), dan BBNI (+0.59%) yang hijau.
🔻 Top 10 Losers
| # | Ticker | Nama | Harga | Change% | Sektor | Volume |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | SOSS | Alsok Indonesia Services | 1,005 | -14.83% | Perindustrian | 571K |
| 2 | VERN | Verona Indah Pictures | 184 | -14.81% | Barang Konsumen Non-Primer | 17.1M |
| 3 | FORU | Fortune Indonesia | 191 | -14.73% | Barang Konsumen Non-Primer | 2.1M |
| 4 | ALKA | Alakasa Industrindo | 5,375 | -14.68% | Perindustrian | 77K |
| 5 | BAUT | Mitra Angkasa Sejahtera | 30 | -14.29% | Perindustrian | 18.6M |
| 6 | WMPP | Widodo Makmur Perkasa | 24 | -14.29% | Barang Konsumen Primer | 160.5M |
| 7 | ANDI | Andira Agro | 19 | -13.64% | Barang Konsumen Primer | 26.1M |
| 8 | PTIS | Indo Straits | 188 | -12.96% | Transportasi & Logistik | 3.4M |
| 9 | BLTA | Berlian Laju Tanker | 34 | -12.82% | Transportasi & Logistik | 145.4M |
| 10 | DADA | Diamond Citra Propertindo | 28 | -12.50% | Properti & Real Estat | 384.4M |
Insight: Losers didominasi saham receh/gocap di bawah Rp100 (BAUT, WMPP, ANDI, DADA) yang terkena washout ketika pasar panik — beberapa mencatat volume ratusan juta lembar saat harga jatuh ke ARB. Di LQ45, GOTO ambles -12.50% ke ARB dengan antrean jual menembus 663 juta lembar; MAPI (-4.52%) dan HRTA (-3.95%) menyusul. Pemberat indeks: GOTO, BBCA, BRMS, AMMN, BBRI, BYAN.
Top Value (nilai transaksi terbesar): BBCA Rp715 M · TLKM Rp505 M · BBRI Rp416 M · DSSA Rp394 M · ASII Rp392 M. Dari lima ini hanya DSSA yang menutup naik.
🌍 Net Foreign Flow
- Net Foreign (siaran BEI, sesi I): -Rp204.30 Miliar (net sell)
- Foreign Buy / Sell (sesi I): Rp1.70 T / Rp1.90 T
- Total Nilai Transaksi Pasar: Rp11.07 Triliun
- Volume: 32.95 miliar lembar (≈329.48 juta lot) | Frekuensi ±1.59 juta transaksi
- Market Breadth: 206 naik · 450 turun · 134 stagnan
Asing lanjut net sell. Tekanan jual terbesar (sesi I): GOTO -Rp62.77 M, CUAN -Rp29.52 M, AMMN -Rp24.55 M, BBRI -Rp19.80 M, MDKA -Rp19.54 M, lalu PACK, ISAT, AADI, BMRI, TPIA.
Konteks outflow: 30 September asing net sell Rp1.61 T (seluruh pasar), 29 September net sell Rp777.2 M — dua hari ≈ Rp2.38 T. YTD asing telah net sell ~Rp71.41 T (s/d 14 Sep). Angka net foreign full-day 1 Oktober belum dipublikasikan pada saat penyusunan.
🏭 Sektor Performance
| # | Sektor (IDX-IC) | Change% |
|---|---|---|
| 1 | Energi | +0.31% |
| 2 | Keuangan | -0.00% |
| 3 | Barang Konsumen Non-Primer | -0.10% |
| 4 | Kesehatan | -0.64% |
| 5 | Infrastruktur | -0.83% |
| 6 | Barang Konsumen Primer | -0.91% |
| 7 | Properti & Real Estat | -1.17% |
| 8 | Perindustrian | -1.81% |
| 9 | Barang Baku | -1.99% |
| 10 | Transportasi & Logistik | -2.02% |
| 11 | Teknologi | -3.93% |
10 dari 11 sektor merah. Energi (+0.31%) satu-satunya yang bertahan hijau — ditopang harga minyak yang kembali ke atas US$100. Teknologi (-3.93%) jatuh paling dalam, disusul Transportasi (-2.02%) dan Barang Baku (-1.99%). Keuangan nyaris flat (-0.002%), ditahan oleh bank big-cap yang relatif stabil.
📰 Market News
IHSG Ditutup Anjlok 1,02% ke 6.009 di Tengah Reshuffle Kabinet
218 saham menguat, 470 melemah, 275 stagnan. LQ45 -1.46%, IDX30 -1.41%, JII -1.70%. Transaksi Rp11 triliun dari 31.7 miliar saham. Top gainers: MGNA +35%, AKKU +32.35%, CCSI +25%. Sumber: Okezone Economy
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009
IHSG mencatat level terendah dalam lebih dari dua bulan, bergerak di rentang 5.973–6.095. Konsumer non-primer (-1.97%), barang baku (-1.91%), teknologi (-1.50%) jadi pemberat. Asing net sell Rp204.30 miliar di sesi I. Sumber: CNBC Indonesia
IHSG Ambles 1,02%, Analis Ungkap Sentimen yang Membebani Pasar
Nafan Aji Gusta (Mirae Asset) menyebut reshuffle kabinet memunculkan ketidakpastian arah kebijakan; ditambah yield UST tinggi, tekanan rupiah, dan ketidakpastian geopolitik. Support kritis 6.019; bila jebol → 5.854. Resistance 6.185–6.240. Sumber: Kontan
10 Saham Top Gainer Perdagangan Kamis 1 Oktober 2026
MGNA +35%, AKKU +32.35%, CCSI +25%, ROCK +24.74%, BLTZ +24.68%, SAFE +24.56%, CSMI +23.93%, UNIQ +21.24%, EPAC +17.07%, AIMS +16.53%. Sumber: IDX Channel
Daftar 10 Top Losers IHSG Hari Ini
SOSS -14.83% (Rp1.005), VERN -14.81%, FORU -14.73%, ALKA -14.68%, BAUT -14.29%, WMPP -14.29%, ANDI -13.64%, PTIS -12.96%, BLTA -12.82%, DADA -12.50%. Sumber: Bisnis.com Market
10 Sektor Saham Turun, Teknologi Jatuh Paling Dalam
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor terkoreksi. Energi (+0.31%) satu-satunya yang menguat; teknologi (-3.93%) terparah. Sumber: Katadata Databoks
Asing Lepas Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO hingga MDKA Paling Banyak Dijual
Foreign buy Rp1.70 T, foreign sell Rp1.90 T → net sell Rp204.30 miliar. Net sell terbesar: GOTO -Rp62.77 M, CUAN -Rp29.52 M, AMMN -Rp24.55 M, BBRI -Rp19.80 M, MDKA -Rp19.54 M. Sumber: Kompas.com
Bos BEI Tanggapi Dana Asing Lanjut Keluar dari Saham Indonesia
Outflow asing berlanjut: 30 Sep net sell Rp1.61 T (whole market), 29 Sep Rp777.2 M. YTD asing net sell ~Rp71.41 T (s/d 14 Sep), IHSG ~-25% YTD. BEI menyoroti fenomena ini di tengah tren jual bersih sepanjang tahun. Sumber: Bloomberg Technoz
Penyebab IHSG Ditutup Melemah di 6.009
Phintraco Sekuritas: tren bearish dipicu inflasi RI naik ke 3.28% yoy (September, dari 3.19% Agustus) + ketidakpastian global. Rupiah melemah 0.45% ke Rp17.950/US$, yield UST 10Y 5.32%. Panin Sekuritas: bila 6.000 jebol → support 5.840. Sumber: Bloomberg Technoz
BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle 16 Pejabat — Menkopolkam hingga Menlu
Presiden Prabowo merombak 16 pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Bahlil Lahadalia (Menko Hilirisasi & Transisi Energi merangkap ESDM), Sugiono, Dudung Abdurachman, Menlu Arrmanatha Nasir, Menperin M. Sarmuji, Wamenkeu Luky Alfirman, dan Kapolri baru Suyudi Ario Seto. Pasar mencermati dampaknya ke arah kebijakan ekonomi. Sumber: Kompas.com
🌏 Macro & Global
Q3 Markets: Stocks Slow as Iran War Sends Oil Above $100
Kuartal III bergejolak — Selat Hormuz masih diblokade, memicu kekhawatiran pasar energi & inflasi. S&P 500 +2.03%, Dow -1.9%, Nasdaq +2.2% sepanjang Q3 (rata-rata hanya +0.6%, melambat dari double-digit kuartal sebelumnya). Dampak ke Indonesia: pasokan energi global & inflasi impor → beban subsidi + tekanan rupiah. Sumber: CNBC.com
Harga Minyak Dunia Naik Imbas Ketatnya Pasar Bahan Bakar
Brent untuk pengiriman November +~1% ke US$90.42/barel, WTI +1% ke US$90.42 (penutupan 30 Sep). Sepanjang September Brent naik >14%, WTI >5%. Stok bensin AS turun 1.7 juta barel, distilat -2.3 juta barel. Dampak: positif untuk emiten energi (UNIQ, ADRO, PTBA) & sektor Energi yang jadi satu-satunya sektor hijau hari ini. Sumber: Bisnis.com Ekonomi
Suahasil Ungkap Dampak Suku Bunga Tinggi AS & Tensi Selat Hormuz ke APBN
Menkeu Suahasil Nazara: suku bunga tinggi AS + ketegangan Selat Hormuz berdampak ke APBN — memicu capital outflow dan kenaikan harga minyak, yang menaikkan belanja subsidi & beban bunga utang. Kenaikan FFR September 2026 (3.75% → 4.00%) dikhawatirkan mempercepat modal asing keluar dari emerging markets. Dampak: risiko fiskal & stabilitas rupiah. Sumber: Bisnis.com Ekonomi
Inflasi AS Jinak, Wall Street Naik Tipis tapi Bunga The Fed Masih Jadi Hantu
Inflasi AS Agustus 3.4% yoy (lebih rendah dari ekspektasi 3.7%, tapi masih jauh dari target 2%). Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada rapat berikutnya turun ke 39% (dari ~50% sehari sebelumnya). S&P 500 +0.4%, Nasdaq +0.9%; Dow -0.3%. Namun yield Treasury tetap tinggi. Dampak: sedikit angin segar bagi emerging markets, tapi belum menghilangkan risiko "higher-for-longer". Sumber: KabarBursa.com
Rupiah Dibayangi Pelemahan
Pengamat menilai rupiah masih volatil & cenderung melemah (kisaran Rp17.890–18.940/US$) akibat konflik AS–Iran yang menjaga harga minyak tinggi + sinyal The Fed untuk menaikkan suku bunga lanjutan. BI konsisten intervensi (spot, DNDF, NDF) setelah rupiah sempat menembus Rp18.000. Sumber: Koran Jakarta
Oil Rebounds Above $100 as US Bonds Suffer Worst Quarter Since 1994
Minyak rebound di atas US$100/barel seiring negosiasi AS–Iran yang macet; obligasi AS mencatat kuartal terburuk sejak 1994. Brent Desember +2.32% ke US$100.30, WTI November +2.49% ke US$92.67. Emas Desember nyaris datar di US$4,186/troy oz. Sumber: Euronews
📝 Rangkuman
1. Kondisi pasar hari ini. IHSG memulai Oktober dengan longsor -1.02% ke 6.009,50 (-61.64 poin) — level terendah dalam lebih dari dua bulan. Indeks dibuka tipis hijau (~6,080), sempat ke 6,095, lalu dijual konsisten sampai menembus psikologis 6.000 dan menyentuh 5,973 intraday. Breadth negatif tajam (450 turun vs 206 naik), nilai transaksi Rp11.07 triliun. Pemicu domestik: reshuffle 16 pejabat kabinet Prabowo yang memunculkan kekhawatiran arah kebijakan. Pemicu eksternal: rupiah melemah ~0.45% ke Rp17.950, yield UST 10Y 5.32%, dan minyak di atas US$100 di tengah kebuntuan negosiasi AS–Iran.
2. Sektor & saham menonjol. Hanya Energi (+0.31%) yang bertahan hijau, seiring harga minyak tinggi. Teknologi (-3.93%) jatuh paling dalam, disusul Transportasi (-2.02%) dan Barang Baku (-1.99%). Gainers diisi second/third liner berspekulasi (MGNA +35%, AKKU +32.35%, CCSI +25%, CSMI, EPAC, UNIQ) dengan volume jumbo; losers diisi saham receh (SOSS, VERN, FORU, BAUT, WMPP, DADA) yang ARB. Sorotan: GOTO -12.50% ke ARB dengan antrean jual 663 juta lembar. Asing lanjut net sell (sesi I -Rp204.30 miliar; dua hari sebelumnya total -Rp2.38 T), dengan GOTO, CUAN, AMMN, BBRI, MDKA paling banyak dilepas.
3. Katalis & sentimen ke depan. Narasi global masih dikuasai perang AS–Iran & Selat Hormuz — minyak kembali ke atas US$100, memukul obligasi global (kuartal terburuk sejak 1994). Di sisi lain ada kabar baik: inflasi AS Agustus jinak (3.4%) menurunkan peluang hike Fed ke 39% (dari ~50%), meski The Fed disebut masih hawkish. Domestik jadi variabel baru: implikasi reshuffle kabinet terhadap kontinuitas kebijakan ekonomi, plus inflasi RI yang naik ke 3.28% yoy. Secara teknikal, IHSG kini menguji support kritis 6.019 → 6.000; bila jebol berlanjut ke 5.854–5.840, sedangkan konfirmasi rebound butuh tembus 6.185–6.240. Watch: kestabilan rupiah di Rp18.000, respons BEI/BI terhadap outflow asing, dan harga minyak atas respons AS terhadap Iran.
Report oleh Supri Spinach | 2026-10-01 19:09 WIB