🔬 BUMI — Deep Research

PT Bumi Resources Tbk

📅 11 Juni 2026 | Harga: Rp 144 | Sektor: Energi (Batu Bara) | Market Cap: ~Rp 15,0 T


1. Ringkasan Eksekutif

BUMI adalah emiten batu bara terbesar di Indonesia milik kongsi Bakrie Group & Salim Group. Saham ini mengalami kehancuran harga luar biasa — dari puncak Rp 464 (52W high, Desember 2025) ke Rp 144 sekarang, anjlok -69%. YTD return mencapai -64,4%. Fundamental sebenarnya solid: laba bersih FY2025 naik 20% ke Rp 1,35T, Q1 2026 naik 35% ke Rp 417M. Tapi pasar completely ignore fundamental — yang terjadi adalah forced selling masif dari investor yang terperangkap di harga tinggi Desember lalu. SID meledak dari 214K ke 363K dalam sebulan (Nov→Des 2025) — artinya retail FOMO di puncak dan sekarang majority underwater -60% sampai -70%. Broker flow 30 hari terakhir menunjukkan asing masih net buy +12,7M lot (akumulasi pelan di harga murah), sementara lokal justru net sell -14,3M lot (cut loss). Ada RUPSLB Juni 2026 yang bisa jadi catalyst. Verdict: WAIT — sinyal akumulasi asing mulai muncul tapi belum ada konfirmasi reversal. Entry ideal di area 117–130, target spekulatif 185–210 dalam 3–6 bulan.


2. Ultimate Beneficial Owner & Struktur Kepemilikan

Pemilik Tidak Langsung (UBO)

Nama Kendaraan Porsi Tidak Langsung Peran
Nirwan Dermawan Bakrie Mach Energy (HK) Limited → BUMI 45,78% Chairman, Kendali Operasional
Anthony Salim Mach Energy (HK) Limited → BUMI 45,78% Strategic Partner, Grup Salim

Struktur Kepemilikan Langsung (per 31 Des 2025)

Pemilik Saham Jumlah Saham Persentase
Mach Energy (Hongkong) Limited ~47,6 Miliar 45,78%
Treasure Global Investments Limited ~8,4 Miliar 8,08%
Chengdong Investment Corp ~6,0 Miliar 5,76%
Publik (free float ± ritel + institusi lokal) ~41,9 Miliar ~40,38%

📎 Sumber: IndoPremier — Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 BUMI, Mureks — Grup Bakrie dan Salim Kuasai Mayoritas Saham BUMI

Siapa yang PALING berkepentingan terhadap kenaikan harga?

Nirwan Bakrie & Anthony Salim — sebagai pemilik 45,78% saham BUMI via Mach Energy. Dengan harga Rp 144, nilai kepemilikan mereka sekitar Rp 6,8 triliun, turun drastis dari ~Rp 22 triliun di Desember 2025. Meski mereka bukan trader aktif (saham tidak diperdagangkan harian), penurunan harga ini menghancurkan collateral value saham BUMI yang mungkin dijaminkan untuk pinjaman grup. Mereka paling berkepentingan agar harga kembali naik, baik melalui perbaikan kinerja, dividen, atau aksi korporasi strategis.


3. Fundamental — Kinerja Keuangan

Laporan Keuangan Tahunan

Metrik FY2024 FY2025 YoY
Pendapatan US$ 1,35 M US$ 1,42 M +4,8%
Beban Pokok US$ 1,19 M US$ 1,17 M -1,2%
Laba Bruto US$ 159 M US$ 249,1 M +56,7%
Laba Bersih US$ 67,5 M US$ 81 M (Rp 1,35 T) +20,1%
Produksi Batu Bara 72,0 jt ton 74,8 jt ton +3,9%

Kuartal Terbaru (Q1 2026)

Metrik Q1 2025 Q1 2026 YoY
Pendapatan US$ 348,9 M US$ 417,7 M (Rp 7,23 T) +19,7%
Laba Bersih US$ 17,9 M US$ 24,1 M (Rp 417 M) +35,2%
Laba Usaha US$ 33,9 M US$ 49,1 M (Rp 850 M) +44,8%

📎 Sumber: Bisnis.com — BUMI Raup Laba Bersih Rp1,35T sepanjang 2025, Bisnis.com — Laba Bersih BUMI Melesat 35,2% Q1 2026

Takeaway Fundamental:

  • Revenue & profit growing solid — growth story masih intact, bukan perusahaan sekarat
  • Margin improvement signifikan: laba bruto naik 56% karena efisiensi operasional + strip ratio membaik
  • Proyeksi 2026: volume penjualan 76–78 juta ton, ASP US$ 60–62/ton — manajemen confident bisa kompensasi penurunan harga batu bara
  • Di harga Rp 144, P/E ratio hanya ~1,8x (berdasarkan Q1 2026 annualized) — extremely cheap
  • Tapi: cheap bisa tetap cheap kalau market gak percaya. Valuasi murah = value trap kalau gak ada catalyst.

4. Market Structure & Price Action

Price History (20 Hari Terakhir)

Tanggal Close Volume Event
10 Jun 144 74,4M Asing net sell Rp 125B, harga -1,4%
09 Jun 146 56,3M Asing net sell Rp 39B
08 Jun 130 46,2M 🔥 Asing net buy Rp 122B, BNI Sekuritas rekomendasi buy
05 Jun 139 30,6M Low volume, asing net buy tipis
04 Jun 150 49,8M Asing net buy Rp 42,5B
03 Jun 148 59,3M Asing net buy MASSIVE Rp 240B
02 Jun 161 26,8M Profit taking setelah rally singkat
29 Mei 168 22,2M Volume rendah, konsolidasi
26 Mei 166 27,0M RUPSLB announced
25 Mei 171 44,6M Asing net sell Rp 160B — distribusi
22 Mei 185 66,2M Rally singkat dari 164
21 Mei 164 71,9M 🔥 Asing net buy Rp 203B — akumulasi di low
20 Mei 173 106,1M Volume spike, asing net buy Rp 223B
19 Mei 186 91,8M Asing net buy Rp 66B
18 Mei 206 29,5M Resistance 206 gagal ditembus
13 Mei 214 21,6M Mulai turun dari 214
08 Mei 216 28,6M Asing net sell Rp 82B
07 Mei 230 21,1M Sideways
04 Mei 230 32,0M Gap down dari 240

Level Kunci

Level Harga Signifikansi
52W High Rp 464 Puncak Des 2025 — euphoria SID explosion
Resistance 2 Rp 210–230 Konsolidasi Mei 2026
Resistance 1 Rp 185–206 High terbaru 18–22 Mei
Current Rp 144 Harga sekarang — -69% dari 52W high
Support 1 Rp 130–135 Low 8 Juni — BNI target beli
Support 2 Rp 107 52W Low — bottom absolut
BNI Target Buy Rp 117–123 Buy area rekomendasi analis

Fase Market (Wyckoff)

BUMI jelas dalam fase markdown/distribusi sejak Januari 2026, TAPI ada indikasi awal akumulasi (fase A Wyckoff):

  • Preliminary Support (PS): 8 Juni di Rp 130 — asing net buy Rp 122B di hari yang sama
  • Selling Climax (SC): Belum confirmed — perlu lihat apakah Rp 107 (52W low) akan di-test ulang
  • Automatic Rally (AR): dari Rp 130 ke Rp 148 (3 Juni) dengan net foreign buy masif
  • Secondary Test (ST): Sedang terjadi sekarang — harga kembali turun ke Rp 144
  • ✅ Kalau support Rp 130–135 HOLD → konfirmasi awal akumulasi
  • ⚠️ Kalau breakdown below Rp 130 → potensi test 52W low Rp 107

5. Broker Flow & Smart Money

Posisi Barang 30 Hari (per Kategori)

Kategori Total Buy (lot) Total Sell (lot) Net Position Status vs Harga
ASING +12,67 M Akumulasi di harga rendah
LOKAL -14,30 M Distribusi / cut loss
PEMERINTAH -3,83 M Net sell
RITEL +4,82 M Mixed — sebagian akumulasi, sebagian cut loss

Kesimpulan Kunci: Ada perpindahan dari weak hands (LOKAL) ke stronger hands (ASING). Lokal yang kemungkinan cut loss dari posisi di harga tinggi, sementara asing mulai mengumpulkan di harga diskon. Ini pola klasik fase akumulasi awal. Ritel juga terbelah: Stockbit (+10,9M lot net buy) vs yang lain mixed.

Top 15 Net Buyers — Cumulative 30 Hari

Broker Tipe Buy (lot) Sell (lot) Net Buy % Avg Price Active Days
Stockbit Sekuritas 🔥 RITEL 89,4M 78,4M +10,9M 53,3% 172 18
JP Morgan 🔥 ASING 25,5M 14,9M +10,6M 63,1% 170 18
Maybank 🔥 ASING 49,1M 40,0M +9,1M 55,1% 172 18
Panin Sekuritas LOKAL 15,0M 11,0M +4,0M 57,6% 172 18
UBS ASING 91,5M 88,3M +3,2M 50,9% 172 18
Ajaib Sekuritas RITEL 28,9M 26,3M +2,6M 52,3% 172 18
BRI Danareksa PEM 10,9M 8,7M +2,2M 55,7% 172 18
Macquarie ASING 1,9M +1,9M 100% 164 3
Kay Hian ASING 17,1M 15,7M +1,4M 52,2% 173 18
Semesta Indovest LOKAL 66,8M 65,8M +992K 50,4% 172 18
Korea Investment ASING 21,6M 20,7M +859K 51,0% 172 18
Sinarmas LOKAL 4,6M 3,7M +834K 55,0% 172 18
Waterfront LOKAL 1,2M 394K +778K 74,8% 171 16
Yakin Bertumbuh LOKAL 9,5M 8,8M +689K 51,9% 172 18
BJB Sekuritas LOKAL 658K 8K +650K 98,8% 158 2

Top Sellers — Cumulative 30 Hari

Broker Tipe Net Sell (lot) Avg Sell Price Catatan
Stockbit Sekuritas RITEL -10,9M (yg beli net) 172 Justru net buyer, bukan seller
JP Morgan ASING -10,6M (net buyer) 173 Strong net buyer
Mandiri Sekuritas ⚠️ PEM -3,8M (3 hari terakhir) Flip ke seller 3 hari terakhir

Catatan: Top 30 broker semuanya net buyers di 30 hari! Tidak ada net seller signifikan di top broker. Ini menunjukkan akumulasi broad-based — banyak broker mengoleksi, tapi di harga yang makin turun karena tekanan dari broker-broker kecil yang tidak masuk top 30.

Smart Money Flip Detection (3 Hari Terakhir)

Broker Tipe 8 Jun 9 Jun 10 Jun Pola
Kay Hian 🔥 ASING BUYER SELLER BUYER Flip balik buyer — sinyal akumulasi
KB Valbury 🔥 ASING BUYER SELLER BUYER Sama — flip balik buyer
KGI Sekuritas ASING BUYER SELLER BUYER Flip balik buyer
NH Korindo ASING BUYER SELLER BUYER Flip balik buyer
Phillip ASING SELLER BUYER SELLER Flip ke seller lagi
JP Morgan ⚠️ ASING BUYER BUYER SELLER Profit taking setelah 2 hari beli
UBS ⚠️ ASING BUYER SELLER SELLER 2 hari net sell berturut-turut
Maybank ⚠️ ASING BUYER BUYER SELLER Massive sell 10 Juni
Trimegah 🔥 LOKAL SELLER BUYER BUYER Flip ke buyer 2 hari
BCA Sekuritas LOKAL SELLER BUYER BUYER Flip ke buyer 2 hari

Pola Kunci: 4 broker asing (Kay Hian, KB Valbury, KGI, NH Korindo) kompak flip dari seller ke buyer pada 10 Juni — ini sinyal akumulasi. Tapi broker besar (JP Morgan, Maybank, UBS) justru ambil profit / jual — menciptakan tekanan. Pertarungan antara akumulator vs distributor.

Hari Terakhir (10 Juni) — Detail Per Broker Penting

Broker Net Today Avg Price Aksi
Trimegah 🔥 +3,02M ~144 MASSIVE BUYING
Stockbit 🔥 +2,54M ~144 Riteli akumulasi di low
BCA Sekuritas 🔥 +1,28M ~144 Lokal akumulasi
BRI Danareksa 🔥 +927K ~144 Pemerintah beli
Kay Hian 🔥 +577K ~144 Asing flip balik buyer
Maybank ⚠️ -2,89M ~144 Asing distribusi masif
UBS ⚠️ -3,00M ~144 Asing distribusi
Mandiri ⚠️ -3,82M ~144 Pemerintah jual besar
Supra Sekuritas ⚠️ -1,06M ~144 Cut loss

6. Foreign Flow Detail (30 Hari)

Tanggal Close Foreign Buy (Rp) Foreign Sell (Rp) Net Foreign (Rp) Volume
10 Jun 144 218,5 M 343,6 M -125,1 M 74,4M
09 Jun 146 207,7 M 247,0 M -39,3 M 56,3M
08 Jun 130 254,0 M 131,7 M +122,3 M 46,2M
05 Jun 139 143,2 M 138,7 M +4,5 M 30,6M
04 Jun 150 287,0 M 244,5 M +42,5 M 49,8M
03 Jun 148 428,7 M 188,3 M +240,4 M 🔥 59,3M
02 Jun 161 67,3 M 88,1 M -20,8 M 26,8M
29 Mei 168 100,6 M 118,0 M -17,4 M 22,2M
26 Mei 166 74,2 M 115,9 M -41,7 M 27,0M
25 Mei 171 69,9 M 230,6 M -160,7 M 🔥 44,6M
22 Mei 185 251,1 M 273,4 M -22,3 M 66,2M
21 Mei 164 491,5 M 287,6 M +203,9 M 🔥 71,9M
20 Mei 173 561,4 M 338,0 M +223,4 M 🔥 106,1M
19 Mei 186 372,6 M 306,0 M +66,6 M 91,8M
18 Mei 206 85,1 M 101,6 M -16,6 M 29,5M

Total 30 Hari: Net foreign +Rp 42,9 Miliar — secara kumulatif masih akumulasi meski beberapa hari terakhir net sell besar.

📎 Sumber: Data broker flow internal


7. Posisi Barang — Weekly Category Flow (60 Hari)

Week ASING Net LOKAL Net PEM Net RITEL Net Total
8 Jun +619K +87K -5,67M +4,89M -73K
1 Jun +12,12M -3,50M -4,09M -4,63M -97K
25 Mei -9,38M +577K +1,49M +7,26M -47K
18 Mei +9,31M -11,47M +4,44M -2,70M -424K
11 Mei -405K -3,74M +1,68M +2,42M -38K
4 Mei +2,07M -3,71M -1,84M +3,33M -143K
27 Apr -8,06M +5,08M +704K +2,36M +85K
20 Apr -6,46M +3,39M +2,21M +660K -203K
13 Apr -14,27M -4,26M +10,12M +8,67M +254K

Pola Mingguan: Asing bergantian net buy dan net sell setiap minggu — tidak konsisten. Ritel cenderung net buy di harga turun (mencoba average down). Lokal hampir selalu net sell selama 2 bulan — ini distribusi/cut loss yang konsisten.


8. Broker Detail 6 Bulan — Top 15 Net Buyers

Broker Tipe Buy (lot) Sell (lot) Net Avg Buy Buy % Active Days
Stockbit 🔥 RITEL 673,1M 603,0M +70,0M 271 52,7% 110
Maybank 🔥 ASING 238,0M 204,6M +33,4M 270 53,8% 110
Supra Sekuritas LOKAL 104,1M 74,9M +29,2M 276 58,2% 90
Mirae Asset RITEL 442,6M 416,6M +26,0M 270 51,5% 110
Mandiri PEM 499,3M 477,2M +22,1M 270 51,1% 110
Trimegah LOKAL 121,4M 105,2M +16,2M 271 53,6% 110
BNI Sekuritas PEM 143,8M 127,9M +15,9M 270 52,9% 110
Ajaib RITEL 259,5M 243,6M +15,9M 271 51,6% 110
BRI Danareksa PEM 82,0M 69,6M +12,4M 270 54,1% 110
Panin LOKAL 97,5M 87,7M +9,8M 270 52,6% 110
Phillip ASING 130,2M 122,4M +7,8M 270 51,5% 110
Verdhana LOKAL 31,7M 24,3M +7,4M 291 56,6% 46
NH Korindo ASING 50,0M 43,5M +6,5M 270 53,5% 110
Ciptadana LOKAL 26,6M 20,2M +6,4M 270 56,8% 108
Korea Investment ASING 128,5M 122,2M +6,3M 270 51,3% 110

Buy % rata-rata tipis (51–58%) — mayoritas broker main dua arah, bukan pure accumulation. Tapi secara kumulatif, SEMUA top 15 net buyers. Ini bullish untuk jangka panjang — akumulasi broad-based.

📎 Sumber: Data broker flow internal


9. Tektokan Detection

Hasil: Tidak terdeteksi tektokan pada hari terakhir (10 Juni) dengan threshold ≥35%.

Volume tektokan BUMI rendah — saham ini lebih didominasi oleh directional trading (baik akumulasi maupun distribusi) daripada permainan tektok antar broker. Ini sinyal positif — menunjukkan market BUMI legitimate, bukan arena gorengan.


10. SID

Periode Jumlah SID Perubahan Catatan
31 May 2026 590,547 (+11,298) Masih naik
30 Apr 2026 579,249 (-12,115) Retail mulai gugur
31 Mar 2026 591,364 (+4,433) Puncak sementara
27 Feb 2026 586,931 (+36,125) FOMO deras
31 Jan 2026 550,806 (+187,813) LEDAKAN!
30 Dec 2025 362,993 (+148,255) Mulai meledak

Tren SID: Lo liat ini? Dalam 5 bulan, SID BUMI naik dari 362,993 ke 590,547. Itu 227,554 investor baru — setara populasi kota Balikpapan! Lonjakan terbesar Des-Feb, pas BUMI lagi jadi primadona pasar. Ini pure retail frenzyBUMI udah jadi lapak basah buat investor ritel. 590,547 SID itu peringkat atas di IDX. Artinya setiap gerakan harga dikit, supply dari retail bisa banjir kapan aja. Kalau lo pegang BUMI, SID segede gini adalah pedang bermata dua — likuiditas oke, tapi distribusi juga gampang.

11. Berita & Konteks Fundamental

Katalis & Peristiwa Penting

1. RUPSLB Juni 2026 — Agenda Penting? BUMI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni 2026 bersamaan dengan RUPST. Agenda belum diungkap detail, tapi kemungkinan terkait:

  • Persetujuan pinjaman Rp 1,5T ke Arutmin
  • Perubahan direksi/komisaris
  • Aksi korporasi strategis

📎 Sumber: StockWatch — BUMI Gelar RUPSLB Juni 2026

2. Pinjaman Rp 1,5 Triliun ke Arutmin Indonesia BUMI memberikan pinjaman ke anak usaha PT Arutmin Indonesia sebesar Rp 1,506 triliun untuk modal kerja. Arutmin adalah salah satu aset batu bara utama BUMI dengan cadangan besar di Kalimantan Selatan.

📎 Sumber: Liputan6 — Bumi Resources Beri Pinjaman Rp 1,5 Triliun ke Arutmin, StockWatch — BUMI Kucurkan Pinjaman Rp1,506 Triliun ke Anak Usaha

3. BNI Sekuritas: Buy on Weakness — Target Rp 135–139 Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memberikan rekomendasi buy on weakness untuk BUMI:

  • Area beli: Rp 117–123
  • Target dekat: Rp 135–139
  • Cut loss: di bawah Rp 117
  • Harga saat rekomendasi (9 Juni): Rp 130 (sudah naik ke 144 per 10 Juni)

📎 Sumber: VIV.co.id — BNI Sekuritas Sarankan Buy on Weakness Saham BUMI

4. Asing Borong BUMI di Tengah Tekanan Beberapa kali dalam sebulan terakhir, asing masuk besar: 3 Juni (net buy Rp 240B), 8 Juni (Rp 122B), 21 Mei (Rp 204B), 20 Mei (Rp 223B). Ini menunjukkan akumulasi asing di harga discounted.

📎 Sumber: IDNFinancials — Asing Net Buy 2,35 Miliar Lembar Dipimpin BUMI, IDNFinancials — Asing Net Sell 3,22 Miliar Lembar, BUMI Top Sell

5. Produksi & Target 2026 Manajemen memproyeksikan volume penjualan 76–78 juta ton dengan ASP US$ 60–62/ton. Strip ratio yang membaik signifikan membantu ekspansi margin operasional meski harga batu bara turun 10%.


12. Koneksi Konglomerasi

Bakrie Group Network

Emiten Kode Hubungan dengan BUMI
Bumi Resources BUMI Induk — batu bara termal
Bumi Resources Minerals BRMS Anak usaha — mineral (emas, zinc)
Bakrie & Brothers BNBR Holding Bakrie Group
Energi Mega Persada ENRG Migas — di bawah Bakrie Group
DEWA United DEWA Entertainment — Nirwan Bakrie terlibat

Grup Salim Connection

Emiten Kode Hubungan
Indofood Sukses Makmur INDF Induk Grup Salim
Indocement Tunggal Prakarsa INTP Semen — Salim Group

Dinamika Bakrie-Salim di BUMI:

  • Mach Energy (Hongkong) adalah kendaraan patungan Bakrie + Salim
  • Anthony Salim masuk melalui restrukturisasi utang BUMI tahun 2017 — Salim dapat saham sebagai konversi utang
  • Nirwan Bakrie tetap menjadi Chairman dan pengendali operasional
  • Hubungan ini relatif stabil — Salim cenderung pasif sebagai investor strategis, Bakrie yang menjalankan

Broker yang Terkait:

  • Sinarmas Sekuritas (DH): +834K lot net buy 30 hari — Sinarmas Group punya hubungan bisnis dengan Bakrie di beberapa proyek
  • Panin Sekuritas (GR): +4,0M lot net buy — broker lokal besar yang sering dipakai konglomerasi
  • Trimegah (LG): +16,2M lot net buy 6 bulan — broker lokal signifikan

13. Risiko Terbesar

Risiko Severity Detail
Overhead resistance masif dari retail underwater KRITIS 148K investor baru masuk di Rp 244–464. Setiap rally akan ketemu seller mau break even. Butuh waktu lama untuk bersih.
Harga batu bara terus turun SEDANG ASP 2026 diproyeksi US$ 60–62/ton. Kalau di bawah US$ 55, margin bisa tertekan signifikan.
Forced selling dari pemegang saham besar SEDANG Chengdong Investment sudah kurangi kepemilikan dari 7,21% ke 5,76%. Kalau asing institusi lain ikut keluar, tekanan makin besar.
Likuiditas Bakrie Group SEDANG Bakrie Group punya sejarah masalah utang. Kalau ada tekanan likuiditas, saham BUMI bisa dijual atau dijaminkan.
Ritel surrender & panic selling RENDAH-MEDIUM Kalau harga breakdown below Rp 107 (52W low), panic selling bisa terjadi. Tapi di harga segini, value investor mungkin akan masuk.
Regulasi batu bara & ESG RENDAH Domestic Market Obligation (DMO) dan transisi energi adalah risiko jangka panjang. Tapi demand batu bara masih kuat hingga 2030+.

14. Bull Case, Base Case, Bear Case

Bull Case (probabilitas 30%) — Target: Rp 210–300

  • Katalis:
    • RUPSLB Juni 2026 menghasilkan aksi korporasi positif (buyback, dividen, akuisisi)
    • Harga batu bara global rebound ke US$ 70+/ton
    • Asing terus akumulasi di harga rendah seperti yang sudah terlihat
    • SID mulai turun (weak hands surrender) dan kepemilikan terkonsentrasi ke strong hands
  • Timeline: 6–12 bulan
  • Upside: +46% s/d +108%

Base Case (probabilitas 45%) — Target: Rp 135–185

  • Asumsi:
    • Akumulasi asing berlanjut tapi bertahap, harga sideways-to-up pelan
    • Resistance kuat di Rp 185–210 (area konsolidasi Mei)
    • Butuh 3–6 bulan untuk menembus area ini
    • Fundamental tetap solid, laba Q2 2026 jadi katalis
  • Upside: -6% s/d +28%

Bear Case (probabilitas 25%) — Target: Rp 90–117

  • Risiko:
    • Breakdown below Rp 130 (support 8 Juni) → test 52W low Rp 107
    • Kalau Rp 107 break → free fall ke Rp 90-an karena panic selling + margin call
    • Asing berhenti akumulasi dan ikut distribusi
    • Harga batu bara collapse di bawah US$ 50/ton
  • Downside: -18% s/d -38%

15. Investment Thesis — Kesimpulan

BUMI MENARIK karena:

  1. Fundamental solid tapi harga dihajar — laba tumbuh 20–35% tapi harga -69% dari high. Disconnect ekstrem yang biasanya terkoreksi dalam 6–12 bulan.
  2. Asing akumulasi di low — 30 hari net buy asing +12,7M lot. Broker asing besar (JP Morgan, Maybank, Kay Hian) aktif mengoleksi di harga Rp 130–170.
  3. Valuasi extremely cheap — P/E ~1,8x. Bahkan kalau laba turun 50%, P/E masih 3,6x — masih murah.
  4. Ada catalyst potensial — RUPSLB Juni 2026 bisa jadi trigger. BUMI juga bisa mulai bagi dividen kalau cash flow kuat.
  5. Grup Bakrie-Salim berkepentingan harga naik — dengan kepemilikan 45,78%, mereka rugi triliunan dalam paper loss. Insentif untuk melakukan something tentang harga.

⚠️ TAPI WASPADA:

  1. Overhead resistance GEDE — 148K investor retail underwater di Rp 244–464. Ini bukan resistance teknikal biasa, ini psikologis. Perlu berbulan-bulan untuk bersih.
  2. Trend masih bearish — meski ada akumulasi, lower high dan lower low masih terbentuk. Belum ada higher low yang confirm reversal.
  3. SID explosion di peak = textbook top signal — mayoritas kasus seperti ini butuh waktu lama (6–18 bulan) sebelum akumulasi sejati selesai.
  4. Coal sector headwind — harga batu bara dalam tren turun dan ESG pressure makin besar.

📊 Indikator yang Harus Dipantau:

Indikator Frekuensi Sinyal Bullish Sinyal Bearish
Support Rp 130–135 Harian HOLD > 3 hari BREAKDOWN
Asing net flow Harian Net buy > Rp 50B/hari Net sell > Rp 100B/hari
Volume Harian > 80M lot + harga naik < 20M lot + harga turun
SID update Bulanan Turun ke < 300K Naik lagi > 400K
Resistance Rp 185 Mingguan CLOSE di atas 185 Gagal 3x tes

🎯 Strategy:

  • Entry ideal: Rp 117–130 (area BNI Sekuritas + support teknikal)
  • Cut loss: Di bawah Rp 107 (52W low) — ini level terakhir sebelum free fall
  • Target 3–6 bulan: Rp 185–210 (base case)
  • Target 6–12 bulan: Rp 250–300 (bull case — kalau coal rebound + RUPSLB positif)
  • Position sizing: Kecil dulu (25% dari max allocation). Tambah hanya kalau reversal confirmed (break above Rp 185 dengan volume).

🔑 Faktor yang Membatalkan Tesis:

  1. Breakdown below Rp 107 — support terakhir. Kalau jebol, akumulasi yang terjadi selama ini gagal, dan kemungkinan ada something wrong yang market tahu tapi kita belum.
  2. Asing berbalik net sell masif — kalau 3 hari berturut-turut net sell > Rp 100B, akumulasi batal.
  3. Laba Q2 2026 anjlok — kalau pendapatan atau laba turun > 20% QoQ, fundamental story rusak.

📎 Sumber Data

  1. Bisnis.com — BUMI Raup Laba Bersih Rp1,35T sepanjang 2025
  2. Bisnis.com — Laba Bersih BUMI Melesat 35,2% Q1 2026
  3. VIV.co.id — BNI Sekuritas Sarankan Buy on Weakness Saham BUMI
  4. IDNFinancials — Asing Net Buy 2,35 Miliar Lembar Dipimpin BUMI (8 Jun)
  5. IDNFinancials — Asing Net Sell 3,22 Miliar Lembar, BUMI Top Sell (10 Jun)
  6. StockWatch — BUMI Gelar RUPSLB Juni 2026
  7. StockWatch — BUMI Kucurkan Pinjaman Rp1,506 Triliun ke Anak Usaha
  8. Liputan6 — Bumi Resources Beri Pinjaman Rp 1,5 Triliun ke Arutmin
  9. IndoPremier — Investor Saham BUMI Melonjak Gak Kira-kira
  10. Mureks — Grup Bakrie dan Salim Kuasai Mayoritas Saham BUMI
  11. Mureks — BUMI Umumkan Pemilik Manfaat Akhir, Anthony Salim & Nirwan Bakrie
  12. Data broker flow internal (30 hari & 6 bulan)
  13. Data harga historis internal (60 hari & 52W)

Research oleh Supri Spinach | 11 Juni 2026 06:14 WIB