๐Ÿ”ฌ Deep Research: PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

๐Ÿ“… Tanggal: 11 Juni 2026
๐Ÿข Emiten: PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
๐Ÿ“Š Kode: CUAN
๐Ÿญ Sektor: Energi โ€” Minyak, Gas & Batu Bara
๐Ÿ”— Grup: Barito Pacific (Prajogo Pangestu)
๐ŸŒ Website: petrindo.co.id


1. Profil Perusahaan

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) adalah perusahaan induk (holding company) yang berafiliasi dengan PT Barito Pacific Tbk milik Prajogo Pangestu. Berdiri sejak 4 Agustus 2008 dan IPO pada Maret 2023 dengan status oversubscribed.

CUAN bergerak di bidang pertambangan mineral dan energi melalui anak-anak perusahaan yang tersebar di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat. Perusahaan fokus pada tiga lini bisnis utama:

  1. Pertambangan โ€” Batu bara termal (kalori tinggi), batu bara metalurgi, emas, dan perak
  2. Jasa Pertambangan โ€” Kontraktor pertambangan terintegrasi dan jasa EPC
  3. Jasa Infrastruktur โ€” Offshore supply base dan infrastruktur lainnya

Anak perusahaan utama:

  • PT Tamtama Perkasa
  • PT Bara International
  • PT Daya Bumindo Karunia
  • PT Intam
  • PT Mareta Persada
  • PT Equator Sumber Energi
  • PT Pika Utama Resources
  • PT Petrosea Tbk (PTRO) โ€” diakuisisi Feb 2024, kepemilikan 41.5%

Alamat: Gedung Wisma Barito Pacific Lt. 3B, Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 62-63, Jakarta 11410


2. Struktur Kepemilikan & Free Float

Komponen Per Apr 2026 Per Mei 2026
Prajogo Pangestu (Pengendali) 92.07 miliar (81.90%) 90.35 miliar (80.37%)
Publik / Free Float 20.30 miliar (18.06%) 22.02 miliar (19.59%)
Saham Treasury ~0.0176% ~0.0176%
Total Saham 112.39 miliar 112.39 miliar

Insight Penting:

  • Prajogo secara aktif menjual saham sejak akhir Maret 2026 untuk meningkatkan free float
  • Free float naik dari ~15.8% (Maret) โ†’ 17.6% (April) โ†’ 19.59% (Mei)
  • Total ~1.71 miliar saham dilepas di Mei 2026 saja (senilai ~Rp1+ triliun)
  • Tujuan: memenuhi syarat BEI minimal 15% free float & meningkatkan likuiditas
  • Meski menjual, Prajogo tetap pengendali mayoritas >80%

3. Kinerja Keuangan โ€” Tahunan

Pendapatan & Laba (USD Juta)

Metrik FY2025 FY2024 FY2023 YoY 25/24
Pendapatan 1,216 801.72 97.94 +51.63%
Laba Bruto 159.87 117.47 37.22 +36.10%
Laba Usaha 124.32 81.95 16.23 +51.71%
EBITDA 6,116.6 (Rp M) 4,895.7 - +24.9%
Laba Bersih 134.57 160.79 15.62 -16.31%
EPS (Rp) 20.09 - - -

Breakdown Pendapatan FY2025 (USD Juta):

  • Penjualan batu bara: US$423.43 juta (kontributor terbesar)
  • Konstruksi & rekayasa: US$358.97 juta
  • Penambangan (jasa): US$354.83 juta
  • Jasa: US$43.09 juta
  • EPCI oil & gas offshore: US$32.86 juta
  • Lain-lain: US$2.41 juta

Klien Besar (>10% revenue):

  • BP Berau Ltd: US$179.98 juta
  • PT Kideco Jaya Agung: US$111.44 juta
  • PT Freeport Indonesia: US$99.63 juta
  • IMI Fuels LLC: US$60.28 juta

Catatan: Laba bersih turun 16.3% meski revenue naik 51.6%, utamanya karena beban keuangan melonjak 96.18% YoY menjadi US$96.07 juta (dari US$48.96 juta) akibat biaya ekspansi agresif.


4. Kinerja Keuangan โ€” Q1 2026

Komponen (USD Ribuan) Q1 2026 Q1 2025 Perubahan
Pendapatan 371,330 213,934 +73.57%
Laba Kotor 56,266 16,922 +232.50%
Laba Usaha 31,026 19,932 +55.66%
Laba Bersih 5,690 1,706 +232.7%

Detail Segmen Q1 2026:

  • Penjualan batu bara: US$129.52 juta (+123.8% YoY) ๐Ÿ”ฅ
  • Jasa penambangan: US$109.19 juta (+55.8% YoY)
  • Konstruksi & rekayasa: US$106.43 juta (+54% YoY)
  • EPCI minyak & gas: US$13.59 juta (Q1 2025: nihil) โ€” segmen baru!
  • Jasa: US$12.10 juta (-25.5% YoY)

Highlight: Q1 2026 menunjukkan recovery signifikan โ€” laba bersih meroket 232.7% YoY. Semua segmen inti tumbuh positif, termasuk masuknya segmen EPCI oil & gas yang baru.


5. Neraca & Rasio Keuangan

Neraca (per Q1 2026 / Maret 2026):

Pos Nilai
Total Aset US$2.76 miliar (+2.5% YTD)
Total Liabilitas US$2.13 miliar (+3.2% YTD)
Total Ekuitas US$628.24 juta (+0.3% YTD)
Kas Rp3,984 miliar
Utang Jangka Pendek Rp10,165.3 miliar
Utang Jangka Panjang Rp24,484.5 miliar

Rasio Keuangan Utama:

Rasio Nilai Interpretasi
DER (Debt/Equity) 3.39x โš ๏ธ Leverage tinggi
Debt/EBITDA 5.66x (FY25) โ†’ 6.35x (current) โš ๏ธ Beban utang berat
Current Ratio 1.74x โœ… Likuiditas memadai
Quick Ratio 1.57x โœ… Sehat
ROE 21.48% (FY25) โ†’ 25.99% (current) โœ… Cukup solid
ROA 0.99% (FY25) โ†’ 1.99% (current) โš ๏ธ Rendah
Net Margin 11.07% (FY25) โ†’ 1.47% (Q1 '26 annualized) โš ๏ธ Ditekan beban keuangan
Gross Margin 13.15% (FY25) โ†’ 15.1% (Q1 '26) โœ… Meningkat
EBITDA Margin 30.0% (FY25) โœ… Solid
EBITDA/Interest Exp 3.79x โš ๏ธ Cukup ketat
Asset Turnover 0.54x Efisiensi aset moderat

6. Valuasi

Metrik Per 10 Jun 2026 FY2025
Harga Saham Rp730 Rp1,135 (Des'25) / Rp2,340 (peak Jan'26)
Market Cap ~Rp82 triliun Rp127.6 triliun (FY25)
PER ~37x (TTM) 56.50x (FY25)
PBV ~8.2x 12.14x (FY25) / 14.5x (Apr'26)
EV/EBITDA ~27x 25.87x (FY25)
EPS Rp20.09 (FY25) -
BVPS Rp93.51 (FY25) -
Dividen Rp2.93/saham (FY25) Yield ~0.4% di harga skrg

Insight: Valuasi sudah turun SIGNIFIKAN dari peak โ€” PER dari 117x (Des'25) ke ~37x sekarang. PBV dari 25x ke ~8x. Ini jauh lebih reasonable meski masih premium untuk sektor batu bara.


7. Analisis Broker Flow (10 Hari Terakhir)

Top Net Buyers (5-10 Juni 2026):

Broker Tipe Net Buy (lot) Catatan
Stockbit (XL) RITEL +516,152 (10/6) Dominan ritel, tektokan tinggi
Trimegah (LG) LOKAL +322,697 (10/6) Clean buyer
Indo Premier (PD) RITEL +189,558 (10/6) -
Ajaib (XC) RITEL +114,742 (10/6) -
BCA Sekuritas (SQ) LOKAL +76,303 (10/6) -
Panin (GR) LOKAL +53,487 (10/6) -
BNI Sekuritas (NI) PEMERINTAH +51,751 (10/6) โœ… BUMN net buy
Phillip (KK) ASING +44,764 (10/6) Asing net buy
NH Korindo (XA) ASING +31,730 (10/6) Asing net buy

Top Net Sellers (5-10 Juni 2026):

Broker Tipe Net Sell (lot) Catatan
J.P. Morgan (BK) ASING -398,065 (10/6) โš ๏ธ HUGE SELLER
UBS (AK) ASING -255,124 (10/6) โš ๏ธ Asing besar jual
Semesta Indovest (MG) LOKAL -203,092 (10/6) -
Sucor (AZ) LOKAL -57,895 (10/6) -
KB Valbury (CP) ASING -34,151 (10/6) -
Maybank (ZP) ASING -30,918 (10/6) Tapi net buyer di hari lain

Pola Broker Flow 30 Hari (Top Net Buyers):

Broker Tipe Total Net (lot) Avg Buy Price
CLSA (KZ) ASING +4,427,211 Rp747
Stockbit (XL) RITEL +3,002,431 Rp708
OCBC (TP) ASING +2,658,941 Rp707
Maybank (ZP) ASING +2,162,581 Rp703
Sucor (AZ) LOKAL +1,635,873 Rp697
BCA (SQ) LOKAL +1,596,422 Rp705
Semesta Indovest (MG) LOKAL +1,320,692 Rp711

Insight Penting:

  • J.P. Morgan = mega seller konsisten โ€” ini broker foreign besar yang kemungkinan terkait rebalancing MSCI exit
  • CLSA & OCBC = foreign net buyers besar โ€” ada akumulasi asing selektif
  • Stockbit = ritel paling aktif, tapi tektokan tinggi (buyโ‰ˆsell di hari normal)
  • Flow mixed โ€” ada foreign yang jual besar (JP Morgan, UBS) tapi ada yang akumulasi (CLSA, OCBC, Maybank)

8. Analisis Foreign Flow

Tanggal Foreign Buy Foreign Sell Foreign Net Close
10 Jun 202.09B 306.48B -104.39B 730
09 Jun 193.61B 296.15B -102.54B 775
08 Jun 114.77B 139.18B -24.41B 640
05 Jun 160.17B 208.46B -48.29B 675
04 Jun 254.45B 286.71B -32.26B 725
03 Jun 333.17B 412.59B -79.42B 725
02 Jun 116.83B 47.07B +69.76B 785
29 Mei 865.51B 972.02B -106.51B 630

Pola: Foreign flow konsisten negatif dalam 2 minggu terakhir. Net foreign sell besar-besaran terjadi terutama di hari-hari dengan volume tinggi. Exodus asing masih berlangsung, likely terkait MSCI exit dan risk-off global.


9. Analisis Harga & Teknikal

Pergerakan Harga (2026):

Periode Harga Perubahan
Peak Jan 2026 Rp2,290 -
Apr 2026 Rp1,300 -43% dari peak
Mei 2026 Rp630 -47.5% dalam 1 bulan
5 Jun 2026 Rp675 Rebound dari 630
8 Jun 2026 Rp640 Koreksi lagi
9 Jun 2026 Rp775 +21% rebound (IHSG +7.54%)
10 Jun 2026 Rp730 -5.81% profit taking
YTD 2026 -71% โš ๏ธ Crash parah

Indikator Teknikal (10 Jun 2026):

  • RSI: 36.15 โ€” mendekati oversold tapi belum
  • MACD: Negatif โ€” momentum bearish masih dominan
  • Stochastic: Mulai berubah beli (early signal)
  • MA5/20/50/200: Semua sell signal
  • Range harian: Rp715 โ€“ Rp835 (sangat volatile!)
  • Volume: Masih tinggi (>10 juta lot/hari) โ€” liquid tapi volatile

Verdict Teknikal: Tren masih bearish tapi mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi di area Rp630-700. Rebound ke Rp775 (9 Jun) menunjukkan ada buyer di level bawah, tapi belum sustain.


10. Timeline Peristiwa Penting (2026)

Tanggal Peristiwa Dampak
Jan 2026 CUAN di harga peak Rp2,290 -
Feb 2024 Akuisisi Petrosea (PTRO) 41.5% Ekspansi ke kontraktor tambang
Feb 2024 Akuisisi Multi Tambangjaya Utama Portofolio batu bara bertambah
Apr 2024 Proses akuisisi Borneo Bangun Banua Ekspansi tambang
Mar 2026 Prajogo mulai jual saham (bertahap) Free float naik
16 Mar 2026 CUAN+PTRO ajukan binding offer Tolu Minerals (emas, PNG) Diversifikasi mineral
Apr 2026 Prajogo terus jual saham Free float 15.8% โ†’ 17.6%
Mei 2026 MSCI depak CUAN, BREN, TPIA dari Global Standard Index โ— Trigger crash
20 Mei 2026 BEI terbitkan UMA untuk CUAN Saham anjlok >60%
Mei 2026 Prajogo jual 1.71 miliar saham lagi Free float โ†’ 19.59%
29 Mei 2026 CUAN di level Rp630 (terendah) -73% YTD
31 Mar 2026 Laporan keuangan FY2025 rilis Laba turun 16.3%
1 Mei 2026 Laporan Q1 2026 rilis Laba naik 232.7% YoY โœ…
26 Jun 2026 RUPS & RUPSLB (agenda dividen FY2025) Catalyst mendatang

11. Penyebab Crash & Faktor Tekanan

1. MSCI Exit (Trigger Utama)

CUAN, BREN, dan TPIA (semua Prajogo Pangestu) didepak dari MSCI Global Standard Index karena High Stock Concentration (HSC). Fund pasif global yang track MSCI wajib jual โ†’ tekanan jual masif terorganisir.

2. Prajogo Jual Saham

Pengendali menjual ~1.7 miliar saham senilai Rp1+ triliun dalam beberapa gelombang (Mar-Mei 2026). Tujuannya naikkan free float, tapi timing-nya buruk karena bertepatan dengan market weakness.

3. Geopolitik & Risk-Off Global

Direktur Utama CUAN Michael menyebut ketidakpastian geopolitik global memicu capital outflow dari emerging markets. Investor pindah ke safe haven.

4. Leverage Tinggi

DER 3.39x dan Debt/EBITDA 5.66x membuat investor khawatir, terutama di environment suku bunga tinggi. Beban keuangan naik 96% YoY di 2025.

5. Overvaluation Koreksi

CUAN diperdagangkan di PER 117x dan PBV 25x di akhir 2025 โ€” level yang tidak sustainabel untuk perusahaan batu bara. Koreksi ini sebenarnya sehat untuk menormalkan valuasi.


12. Prospek & Catalyst Mendatang

Positif:

  1. Q1 2026 recovery โ€” Revenue +73.6%, laba bersih +232.7% YoY
  2. Target produksi 16 juta ton batu bara pada 2028 (volume growth besar)
  3. Diversifikasi mineral โ€” emas (Tolu Minerals), batu bara metalurgi, pasir silika
  4. EPCI Oil & Gas โ€” segmen baru yang baru mulai kontribusi di Q1 2026
  5. Petrosea (PTRO) โ€” kontraktor tambang terintegrasi, teknologi Minerva Digital Platform
  6. RUPS 26 Juni โ€” agenda dividen Rp2.93/saham + potensi corporate action lain
  7. Harga batu bara masih tinggi โ†’ mendukung margin
  8. Sucor Sekuritas beri target Rp2,030 (+178% dari harga sekarang)
  9. Valuasi sudah wajar โ€” PER turun dari 117x ke ~37x

Negatif/Risiko:

  1. Debt/EBITDA 5.66x โ€” sangat berat, perlu dikelola hati-hati
  2. Beban keuangan US$96 juta/tahun menggerus laba bersih
  3. Net margin hanya 1.47% (Q1 2026 annualized) โ€” sangat tipis
  4. MSCI exit โ€” fund pasif global tidak akan balik dalam waktu dekat
  5. Prajogo masih bisa jual saham lagi (masih pegang 80%)
  6. Harga batu bara bisa turun kalau demand China melemah
  7. Integrasi akuisisi โ€” butuh waktu untuk sinergi terasa
  8. Geopolitik โ€” ketidakpastian global masih tinggi

7. SID Proxy (Tren Investor)

Periode Jumlah SID Perubahan Catatan
31 Dec 2025 85,771 -12,576 (-12.8%) โ— Retail gugur
31 Jan 2026 95,628 +9,857 (+11.5%) โ— FOMO masuk
28 Feb 2026 104,014 +8,386 (+8.8%) โ— Masih naik
31 Mar 2026 94,992 -2,150 (-2.1%) โ— Mulai turun
30 Apr 2026 102,948 +7,956 (+8.4%) โ— Naik lagi?
31 May 2026 120,296 +17,348 (+16.9%) โ—โ— LONJAKAN!

Tren SID: CUAN SID naik dari 85K ke 120K dalam 5 bulan โ€” tapi ini bukan sentimen positif. SID naik terus = retail FOMO. Yang bikin miris: SID justru naik paling gede di May (+17,348) pas harga CUAN lagi hancur-hancurnya (-71% YTD). Artinya: retail averaging down di tengah kehancuran. Mereka pikir ini diskon, padahal smart money lagi distribusi. SID 120,296 investor sekarang mayoritas minus besar. Kalau harga balik ke support, supply dari retail yang udah jenuh bisa banjir.

  • Dengan crash berlanjut di Mei-Jun, estimasi jumlah SID bisa turun ke 90-95K karena ritel yang nyangkut di atas mulai capitulasi
  • Free float naik dari 15.8% โ†’ 19.59% juga menambah potensi jumlah pemegang saham publik baru dari distribusi Prajogo

14. Rekomendasi Analis

Sekuritas Rekomendasi Target Price Upside
Sucor Sekuritas BUY Rp2,030 +178%
Korea Investment Trading Buy Rp1,300 +78%
MNC Sekuritas Speculative Buy Support Rp900, Resistance - -

Analisis Sucor (Andreas Yordan Tarigan):

"Penurunan harga CUAN telah menciptakan valuasi yang atraktif saat fundamental operasionalnya memasuki fase pertumbuhan kuat. Volume produksi batu bara melonjak signifikan dan ditargetkan tumbuh hingga 16 juta ton pada 2028."

Analisis Korea Investment (Muhammad Wafi):

"Strategi utama yang perlu dioptimalkan adalah integrasi operasional antara aset tambang dengan lini jasa kontraktor pertambangan. Diversifikasi ke mineral strategis mengurangi ketergantungan pada batu bara termal."


15. Verdict & Kesimpulan

โ— Distribusi/Bearish Factors:

  • Foreign net sell konsisten besar (JP Morgan -398K lot, UBS -255K lot)
  • MSCI exit masih jadi overhang
  • DER 3.39x โ€” leverage sangat tinggi
  • Crash 71% YTD butuh waktu recovery
  • Prajogo masih bisa jual saham lagi

โ— Akumulasi/Bullish Factors:

  • Q1 2026 laba naik 232.7% YoY โ€” fundamental improving
  • Valuasi sudah reasonable (PER ~37x vs 117x di Desember)
  • CLSA, OCBC, Maybank = foreign net buyers besar (counter-flow)
  • Target produksi 16 juta ton di 2028 = growth visibility
  • RUPS 26 Juni = catalyst dividen
  • Sucor target Rp2,030 = 178% upside

โšก Overall Verdict: โ— MIXED โ€” Watchlist dengan Bias Akumulasi

CUAN berada di crossroads yang menarik. Fundamental operasional solid dan improving (Q1 2026 impressive), tapi tekanan teknikal dari MSCI exit dan foreign selling masih dominan. Harga Rp730 sudah jauh lebih reasonable dibanding peak Rp2,290, tapi risiko leverage tinggi dan potensi selling lanjutan dari Prajogo masih ada.

Strategi:

  • Aggressive trader: Bisa mulai akumulasi bertahap di area Rp630-730, SL di bawah Rp600
  • Conservative investor: Tunggu stabilisasi di atas Rp800 + konfirmasi RUPS dividen
  • Long-term: Target produksi 16 juta ton + diversifikasi mineral = growth story yang menarik di harga saat ini

๐Ÿ“ฐ Sumber Berita

  1. Bisnis.com - Pendapatan Naik 73.6% Q1 2026
  2. Bisnis.com - Laba US$134.56 Juta 2025, Turun 16.3%
  3. Kontan - Rekomendasi Saham CUAN
  4. Kabar Bursa - CUAN Merosot 71% Sepanjang 2026
  5. Sinergia News - BREN & CUAN Anjlok Faktor Teknikal
  6. IDNFinancials - Prajogo Jual 1.7 Miliar Saham CUAN
  7. Koran Manado - BEI Minta Penjelasan CUAN
  8. EmitenHub - CUAN Gelar RUPS Akhir Juni
  9. Indo Premier - Financial Statements FY2025
  10. Kael.co.id - Analisa CUAN 2026
  11. StockAnalysis - CUAN Financial Ratios
  12. Petrindo Official - petrindo.co.id
  13. EmitenHub - Buyback CUAN & Jumlah Investor
  14. StockWatch - Jumlah Investor SID CUAN Melonjak
  15. Persen.id - Prajogo Lepas Saham CUAN Rp1T

Deep Research oleh Supri Spinach โ€” 11 Juni 2026 Data dari: Database Broker, Exa Search, berbagai sumber finansial