📊 Market Overview — 27 Juli 2026


📈 IHSG

➡️ IHSG: 6.186 (-0,17%)

IHSG ditutup flat tipis pada perdagangan Senin (27/7), turun 10 poin dari posisi Jumat lalu di 6.196. Indeks bergerak volatile sepanjang hari di tengah kabar mengejutkan mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo — sentimen yang sempat menekan IHSG ke level 6.144 di sesi 1 sebelum rebound terbatas. Dari eksternal, meredanya ketegangan AS-Iran yang memicu aksi jual minyak mentah global turut memberi angin segar, meski tekanan dari aksi jual asing dan tarif AS masih membayangi.


🏆 Top 10 Gainers

# Ticker Nama Harga Change% Sektor Volume
1 DOOH Era Media Sejahtera 212 +21.84% Barang Konsumen Non-Primer 2.9M
2 WOOD Integra Indocabinet 248 +18.10% Barang Konsumen Non-Primer 170K
3 PAMG Bima Sakti Pertiwi 63 +14.55% Properti & Real Estat 2.5M
4 SMLE Sinergi Multi Lestarindo 159 +11.97% Barang Baku 169K
5 PADI Minna Padi Investama Sekuritas 79 +9.72% Keuangan 10.6M
6 TMPO Tempo Inti Media 114 +9.62% Barang Konsumen Non-Primer 193K
7 ELTY Bakrieland Development 35 +9.38% Properti & Real Estat 1.4M
8 GRPM Graha Prima Mentari 236 +9.26% Barang Konsumen Primer 45K
9 BTEK Bumi Teknokultura Unggul 12 +9.09% Barang Konsumen Primer 572K
10 MPPA Matahari Putra Prima 51 +8.51% Barang Konsumen Primer 328K

Konsumen non-primer dan primer mendominasi top gainers — DOOH melesat +21.84% meski volume tergolong kecil, sementara PADI menjadi saham paling aktif dengan volume 10.6M. PAMG (+14.55%) juga mencuri perhatian di sektor properti.


🔻 Top 10 Losers

# Ticker Nama Harga Change% Sektor Volume
1 KDTN Puri Sentul Permai 376 -14.55% Barang Konsumen Non-Primer 137K
2 ARKO Arkora Hydro 5125 -10.09% Infrastruktur 26K
3 HBAT Minahasa Membangun Hebat 234 -9.30% Properti & Real Estat 30K
4 BAPA Bekasi Asri Pemula 171 -8.56% Properti & Real Estat 265K
5 COCO Wahana Interfood Nusantara 110 -8.33% Barang Konsumen Primer 11.5M
6 FUTR Futura Energi Global 278 -7.95% Barang Konsumen Non-Primer 771K
7 GPSO Geoprima Solusi 278 -7.33% Perindustrian 285K
8 MAPI Mitra Adiperkasa 1425 -6.25% Barang Konsumen Non-Primer 27K
9 PPRO PT PP Property 16 -5.88% Properti & Real Estat 129K
10 SQMI Wilton Makmur Indonesia 68 -5.56% Barang Baku 141K

KDTON memimpin pelemahan dengan koreksi -14.55%. Saham ARKO turun -10.09% meski bergerak di harga tinggi (5.125). COCO mencatat volume besar 11.5M di tengah tekanan jual. Properti kembali mendominasi sisi loser dengan 3 dari 10 saham.


🌍 Net Foreign Flow

  • Net Foreign: Rp500,05 Miliar (Net Sell)
  • Total Volume: Rp10,61 Triliun
  • Rata-rata Perubahan: +0,04%
  • Total Ticker Aktif: 499

Investor asing kembali net sell besar-besaran. Sepanjang sesi 1, asing mencatat net sell Rp293,41 miliar dengan aksi jual terbesar di BMRI (-Rp135,65 M), TPIA (-Rp71,46 M), dan BULL (-Rp41,82 M). Dalam sepekan terakhir, net sell asing mencapai Rp3,38 triliun — berbalik arah dari net buy Rp442 miliar pekan sebelumnya.

Di sisi lain, asing masih mengoleksi saham EMAS (+Rp116,86 M), BBCA (+Rp70,30 M), dan RAJA (+Rp10,48 M).


🏭 Sektor Performance

Sektor Jumlah Rata-rata Change% Net Foreign (M)
Perindustrian 30 +0.86% -67.99 M
Teknologi 22 +0.86% +8.14 M
Transportasi & Logistik 25 +0.62% -1.68 M
Barang Konsumen Non-Primer 84 +0.58% -25.51 M
Kesehatan 21 +0.32% -18.07 M
Barang Konsumen Primer 71 +0.30% -42.50 M
Keuangan 50 +0.12% +29.27 M
Barang Baku 52 -0.31% -225.63 M
Energi 61 -0.55% -103.14 M
Properti & Real Estat 41 -0.88% -6.10 M
Infrastruktur 42 -0.93% -46.82 M

Sektor Perindustrian dan Teknologi sama-sama memimpin dengan +0.86%. Keuangan masih mencatat net foreign inflow positif (+29.27M) meski jadi sasaran jual asing di saham BMRI. Barang Baku menjadi yang terburuk secara net foreign (-225.63M) dan juga merah di change%. Infrastruktur jadi sektor paling tertekan (-0.93%).


📰 Market News

Breaking: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Gubernur BI Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri karena alasan pribadi (kesehatan) pada 25 Juli 2026. Posisi sementara diisi oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti. Pasar bereaksi negatif — IHSG melemah, rupiah tertekan. Analis khawatirkan independensi BI pasca-P2SK, meski sebagian menilai transisi ke Destry yang berpengalaman tak akan mengguncang pasar dalam jangka pendek. Sumber: CNBC Indonesia | Bisnis.com

IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Bank di Sesi 1

IHSG ditutup melemah 0,36% di sesi 1 ke 6.173 dengan nilai transaksi Rp7,08 triliun. Asing net sell Rp293,41 miliar, dengan sasaran utama BMRI (-Rp135,65 M), TPIA (-Rp71,46 M), dan BULL (-Rp41,82 M). Sebaliknya, asing akumulasi EMAS (+Rp116,86 M) dan BBCA (+Rp70,30 M). Sumber: CNBC Indonesia

Asing Balik Arah, Net Sell Tembus Rp3,38 Triliun Sepekan

Sepanjang pekan 20-24 Juli, asing tercatat net sell Rp3,38 triliun — berbalik dari net buy Rp442 miliar pekan sebelumnya. Saham yang paling banyak dilepas: NSSS (Rp928 M), BMRI (Rp854,7 M), ASII (Rp497,2 M), dan BBCA (Rp310,5 M). Sumber: CNBC Indonesia

IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Support 6.050-6.150

BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG akan melanjutkan koreksi dengan target support di 6.050-6.150. Rekomendasi saham: EMAS, SRTG, BRIS, BNGA, INDY, dan VKTR secara spec buy/buy on weakness. Investor diimbau selektif dan disiplin manajemen risiko. Sumber: Kontan

Proyeksi IHSG: Wait and See, Waspadai Koreksi Jangka Pendek

Kiwoom Sekuritas menilai risiko koreksi jangka pendek meningkat. IHSG perlu menembus 6.260-6.270 untuk bangkit, bila tidak berpotensi menguji 6.130-6.112. Rekomendasi saham: BREN, JPFA, NCKL, dan RAJA. Sumber: Kontan


🌏 Macro & Global

Oil Prices Plunge 7% — AS & Iran Pause Strikes

Harga minyak Brent jatuh ke bawah US$90/barel (-7%) dan WTI ke ~US$83/barel setelah AS dan Iran menghentikan serangan selama akhir pekan — jeda 3 hari tanpa serangan balasan untuk memberi "ruang diplomasi". Meski harga turun, pengiriman melalui Selat Hormuz masih rendah (<10 kapal komoditas/hari). Houthi juga telah menyerang fasilitas Aramco di jalur Laut Merah. Analis memperingatkan bahwa "mini-ceasefire" tak menjamin kelancaran arus minyak. Sumber: NBC News | Euronews

Perang Meluas: Houthi Serang Fasilitas Aramco, Ancaman ke Laut Merah

Kelompok Houthi melancarkan serangan ke fasilitas Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu, memperluas perang dari Selat Hormuz ke Laut Merah. Yanbu adalah pelabuhan minyak utama alternatif untuk mengitari Hormuz yang diblokade Iran. Militer AS mempertahankan blokade laut terhadap Iran. Diplomasi masih berlangsung namun Iran menyatakan "tidak ada negosiasi" dengan AS saat ini. Sumber: CNBC Indonesia

FOMC Pekan Ini: Tarung Sengit antara Rate Hike vs Hold

The Fed menggelar FOMC 28-29 Juli di tengah inflasi yang kembali merangkak naik akibat perang Iran. Pasar memberikan probabilitas 35% untuk rate hike 25 bps (ke 3.75-4.00%), naik dari ~10% sepekan lalu. Gubernur Fed Waller bersikap hawkish: "Sternly staring at inflation... is not an option." Ketua baru Kevin Warsh belum memberikan sinyal jelas, menambah ketidakpastian. Keputusan akan diumumkan Rabu malam waktu AS. Sumber: Yahoo Finance/TheStreet | Straits Times

Asian Stocks Rise, US Futures Surge Imbas Gencatan Senjata Sementara

Bursa Asia kompak hijau dan futures Wall Street melonjak (Nasdaq +1.7%) setelah AS-Iran pause. Sektor transportasi dan ritel naik signifikan. Yield Treasury 10 tahun turun ke 4.63%. Emas naik ke US$4.100/oz. Dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang G10. Sumber: Bloomberg via Swissinfo

AS Terapkan Tarif 10% ke Produk Indonesia

Pemerintah AS menetapkan tarif tambahan 10% terhadap produk Indonesia berdasarkan Section 301 — tuduhan forced labor. Mulai berlaku 24 Juli 2026. Indonesia termasuk 6 negara yang dikenakan tarif 10%, sementara 54 negara lain kena 12,5%. Kebijakan ini menambah tekanan terhadap prospek ekspor nasional. Sumber: Kontan

Rupiah Tertekan ke Rp17.963 per Dolar AS

Rupiah melemah 0,15% ke Rp17.963 per dolar AS di tengah tingginya harga minyak global dan ketegangan geopolitik. Sebagai net importir minyak, Indonesia rentan terhadap harga minyak di atas US$100/barel. BI mempertahankan suku bunga di 5,75% untuk stabilitas rupiah. Sumber: Bisnis.com

Kenaikan Minyak Persempit Ruang Fiskal

Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario APBN untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ruang fiskal semakin terbatas untuk menambah alokasi belanja baru, namun subsidi energi dan program prioritas tetap berjalan. Sumber: Kontan

Singapura Perketat Kebijakan Moneter

MAS (Monetary Authority of Singapore) kembali memperketat kebijakan moneter untuk kedua kalinya berturut-turut sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. PDB Singapura tumbuh 5,7% (yoy) di Q2-2026, melampaui ekspektasi. Sumber: CNBC Indonesia


📝 Rangkuman

Kondisi Pasar: IHSG ditutup flat tipis di 6.186 (-0,17%) pada perdagangan Senin (27/7). Indeks bergerak volatile dengan range intraday 6.144-6.219, mencerminkan kebingungan pasar di tengah dua sentimen besar: (1) kabar mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo yang menekan sektor perbankan, dan (2) meredanya ketegangan AS-Iran yang mendorong aksi jual minyak global. Dari 499 saham yang aktif diperdagangkan, mayoritas bergerak mixed dengan sektor Perindustrian dan Teknologi memimpin (+0.86%), sementara Infrastruktur dan Properti menjadi yang terlemah.

Sektor dan Net Foreign: Asing kembali menjadi cerita utama — net sell Rp500 miliar di hari ini dan Rp3,38 triliun dalam sepekan. Bank besar (BMRI -Rp854,7 M sepekan) jadi sasaran utama, sejalan dengan kekhawatiran pasar terhadap independensi BI pasca mundurnya Perry. Namun, sektor Keuangan secara agregat masih mencatat net foreign inflow (+29,27 M), menunjukkan aksi jual terkonsentrasi di saham tertentu. Saham konsumen non-primer dan primer mendominasi gainers, sementara Barang Baku dan Energi tertekan oleh koreksi harga komoditas.

Katalis & Pergerakan ke Depan: Pekan ini sangat kritis — (1) FOMC 28-29 Juli dengan probabilitas rate hike 35%; (2) kelanjutan konflik AS-Iran setelah jeda 3 hari; (3) harga minyak Brent yang sempat tembus US$100 minggu lalu; (4) tarif AS 10% ke Indonesia yang mulai berlaku; dan (5) transisi kepemimpinan BI ke Destry Damayanti. Support IHSG di 6.050-6.100, resistance di 6.260-6.300. Jika gencatan senjata AS-Iran berlanjut dan Fed hold, IHSG berpeluang rebound ke 6.300+. Namun jika tarif AS dan BI transition shock berlanjut, koreksi ke 6.000-6.100 masih terbuka lebar.


Report oleh Supri Spinach | 2026-07-27 19:11 WIB


comments (0)

loading comments...