π Deep Research: ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.)
π 22 Sep 2026 | Harga: Rp 2.620 (close 21 Sep) Β· 22 Sep intraday Rp 2.610 | Market Cap: ~Rp 75,46 T | Board: Papan Utama 52W Range: Rp 1.625 β Rp 2.860 Β· Saham Beredar: 28.800.494.200 (turun dari 29.389.689.400 pasca pembatalan saham treasuri) Β· Free Float: ~27,69%
Update dari deep research 16 Juni 2026 (harga saat itu: Rp 2.320) β naik +12,9% dalam 3 bulan.
β οΈ Catatan satuan: Seluruh angka broker flow di report ini dalam LOT (1 lot = 100 saham). Report versi 16 Juni 2026 masih memakai satuan shares untuk sebagian angka broker flow β jadi kalau lo bandingin angka broker antar dua report, ada selisih 100Γ. Versi ini yang benar.
1. Profil Emiten
Tidak ada perubahan signifikan. ADRO masih PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (eks Adaro Energy), holding pertambangan & energi terintegrasi dengan empat pilar: batu bara metalurgi, pengolahan mineral (smelter aluminium), jasa pertambangan (Saptaindra Sejati), dan energi/EBT.
Yang baru: struktur modal berubah β 589.195.200 saham treasuri dibatalkan efektif 13 Juli 2026, saham beredar turun dari 29.389.689.400 β 28.800.494.200 lembar.
π Sumber: INVESTOR IDN β ADRO Pangkas Saham Beredar, 589,19 Juta Saham Treasuri Dibatalkan | StockWatch β ADRO Alihkan 589,19 Juta Saham Buyback, Saham Treasury Habis
2. Ownership & Control Structure
Perubahan sejak 16 Juni 2026
- Saham treasuri 2,00% DIHAPUS β 589.195.200 lembar dibatalkan, bukan dijual ke pasar. Efeknya: porsi semua pemegang saham naik proporsional, EPS terakresi, dan market cap basis menyusut ~2%.
- Lazard Emerging Markets Equity Portfolio masuk jadi pemegang >1% β nama baru. Muncul pertama kali 30 Juni 2026 di 1,02%, naik ke 1,05% akhir Juli. Global fund manager asal New York mulai akumulasi.
Tabel Pemegang Saham >1% (per 2 Sep 2026)
| Pemegang Saham >1% | % | Lembar | Tipe |
|---|---|---|---|
| PT Adaro Strategic Investments | 48,77% | 14.045.425.500 | Pengendali |
| Garibaldi Thohir | 6,86% | 1.976.632.710 | Individu (Komisaris) |
| Ir. T. Permadi Rachmat | 4,11% | 1.184.879.901 | Individu |
| Saratoga Investama Sedaya | 4,08% | 1.174.890.670 | Korporasi Lokal |
| Edwin Soeryadjaya | 3,65% | 1.051.738.544 | Individu (Preskom) |
| Sandiaga Salahuddin Uno | 2,12% | 611.849.202 | Individu |
| Korea South-East Power | 1,67% | 480.000.000 | Korporasi Asing |
| π Lazard Emerging Markets Equity Portfolio | 1,05% | 302.334.500 | Mutual Fund (AS) |
| Dibatalkan 13 Juli 2026 | β | ||
| Publik (<1%) | ~27,69% | ~7,97 B | β |
Ultimate Beneficial Owners: Christian Ariano Rachmat, Garibaldi Thohir, Arini Saraswaty Subianto, Michael W. P. Soeryadjaya.
Pengendali efektif nggak berubah: Garibaldi "Boy" Thohir via PT Adaro Strategic Investments (48,77%). Boy Thohir adalah adik Erick Thohir. Arini Saraswaty Subianto di jajaran komisaris adalah putri almarhum Benny Subianto (taipan sawit, Persada Capital Investama & Arsari Group) β bukan anak Prabowo Subianto.
π Sumber: Radar Media Digital β Lazard Mulai Akumulasi Saham ADRO di Atas 1 Persen
3. Index & Passive Flow Analysis
| Indeks | Status | Catatan |
|---|---|---|
| LQ45 | β Konstituen (periode 3 Agu β 30 Okt 2026) | Tidak tersentuh evaluasi 27 Juli 2026 |
| IDX30 | β Konstituen ("Tetap") | DEWA masuk, PTBA keluar β ADRO aman |
| IDX80 / Kompas100 | β | β |
| IDX HSC (High Shareholding Concentration) | β TIDAK masuk daftar | Hafal: ADRO konsentrasi ~72%, jauh dari threshold HSC |
| FTSE GEIS | β Tidak termasuk yang dikeluarkan | Review Sep 2026: 29 saham RI di-depak, ADRO bukan salah satunya |
Yang berubah dari sisi passive flow: FTSE Russell menggelar Semi-Annual Review September 2026 β 29 saham Indonesia dikeluarkan dari FTSE GEIS, 10 saham turun kasta ke Micro Cap, tanpa satu pun promosi. Rebalancing dilakukan 18 September 2026, efektif 21 September. ADRO nggak kena exclusion, tapi kena forced passive flow di tanggal 18 Sep β volume melonjak ke 740.587 lot dengan harga turun dari 2.670 ke 2.640.
Sebelumnya, FTSE review Juni 2026 (efektif 22 Juni) juga bikin volume ADRO meledak 1.610.372 lot pada 19 Juni dengan harga jatuh ke Rp 2.220 β titik terendah window ini.
Soal HSC: ADRO lolos. BEI menambah daftar HSC dari 14 β 51 emiten per 14 Juli 2026 (metodologi baru + indikator price impact ratio). Yang masuk daftar itu justru tetangga sekelasnya β BREN (97,31%), DSSA (95,76%), BYAN (98,50%), DCII (99,96%), GEMS (99,24%). Konsentrasi ADRO ~72% masih di bawah radar. Konsekuensi praktis: ADRO masih boleh tinggal di LQ45/IDX30, dan passive fund tetap wajib pegang.
π Sumber: Katadata β Daftar Lengkap 51 Saham Terkonsentrasi Masuk HSC | StockWatch β Daftar Terbaru Penghuni Indeks IDX30 Periode Agustus-Oktober 2026 | Kontan β Rebalancing FTSE Berdampak Mini
4. Jejaring Konglomerasi
Tidak ada perubahan signifikan pada struktur grup. Aliansi ThohirβRachmatβSoeryadjaya tetap utuh: Boy Thohir (Wapreskom, pengendali), Edwin Soeryadjaya (Preskom, founder Saratoga), T. Permadi Rachmat & Christian Ariano Rachmat (Triputra Group), Arini Saraswaty Subianto (Persada Capital/Arsari).
Update yang perlu dicatat: trio emiten Grup Alamtri (ADRO, AADI, ADMR) sekarang jalan bareng β semuanya panen di semester I 2026, dan katalis smelter aluminium lewat PT Kalimantan Aluminium Industry jadi mesin pertumbuhan bersama. Nilai kepemilikan ADRO di ADMR (85,45%) dan AADI (15,37%) jadi bahan utama argumen sum-of-the-parts dari riset independen yang terbit Juli 2026.
π Sumber: EmitenHub β Trio Alamtri ADRO, AADI, ADMR Panen Cuan Semester I/2026
5. Berita & Konteks Terkini (sejak 16 Juni 2026)
π 19 Juni β Volume Climax 1,61 Juta Lot di Rp 2.220
- Volume 1.610.372 lot β terbesar dalam window ini, harga ditutup Rp 2.220 (turun dari 2.260)
- Pemicu: FTSE Russell review Juni 2026, efektif 22 Juni. Sejumlah saham RI keluar/diturunkan kasta; DSSA di-depak dari Large Cap karena konsentrasi kepemilikan tinggi
- Ini forced passive selling, bukan penilaian fundamental. Harga langsung rebound ke 2.290 dua hari kemudian π Sumber: Kontan β Rebalancing FTSE Berdampak Mini | Berita Jejak Fakta β FTSE Russell Coret Sejumlah Saham Indonesia dari Indeks Global
π 13 Juli β Saham Treasuri 589,19 Juta Dibatalkan
- Modal disetor dikurangi lewat pembatalan saham treasuri, nominal Rp 100/lembar
- Saham beredar: 29.389.689.400 β 28.800.494.200 (-2,0%)
- Bukan dijual ke pasar (dana diperoleh Rp 0, nggak ada kerugian pengalihan) β jadi nggak ada tekanan jual sama sekali
- Efek: EPS terakresi, porsi pemegang saham naik proporsional π Sumber: INVESTOR IDN β ADRO Pangkas Saham Beredar | StockWatch β Saham Treasury Habis
π 13 Juli β Target Penjualan Aluminium 350.000 Ton
- Lewat PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), target 350.000 ton aluminium ingot sepanjang 2026
- Untuk pasar domestik + ekspor
- Grup sekaligus menyesuaikan produksi batu bara metalurgi mengikuti demand pasar π Sumber: Bisnis.com β Grup ADRO Targetkan Penjualan Aluminium 350.000 Ton pada 2026
β 17 Juli β Riset Independen: BUY, Target Rp 3.100
- Tesis intinya: pasar menilai ADRO cuma sebesar nilai penyertaannya, bukan nilai operasinya
- Hitungan SOTP: 85,45% ADMR + 15,37% AADI β Rp 63,9 triliun, sementara market cap ADRO saat itu Rp 71,7 T
- Artinya pasar cuma kasih <Rp 8 triliun untuk lengan jasa pertambangan (EBITDA turunan ~USD 386 juta), portofolio listrik senilai USD 693 juta, dan aset keuangan bersih mendekati USD 1 miliar
- Target Rp 3.100 (upside 24,5% dari close Rp 2.490) π Sumber: LinkedIn / Hans Sebastian β Independent Initiation: ADRO at BUY, Rp3,100
π 22 Juli β Golden Cross Terbentuk
- Harga Rp 2.580, sudah +14,67% dalam 1 bulan
- Di atas SMA20 (2.382) dan SMA50 (2.341); SMA20 > SMA50 = golden cross
- Struktur uptrend rapi, tapi tepat di resistance 2.580 / high 3 bulan 2.600 π Sumber: JournalArta β Saham ADRO Menguat 1,57%, Golden Cross Terbentuk
π° 28-31 Agustus β Laba Semester I 2026 Meledak +76,83%
- Laba bersih (attributable): USD 309,37 juta β naik 76,83% YoY dari USD 174,94 juta
- Pendapatan usaha: USD 999,24 juta β naik 16,51% YoY dari USD 857,69 juta
- Laba periode berjalan grup: USD 329,2 juta (+68,9%)
- Kuartal II 2026 saja: laba USD 181 juta β tumbuh 41% QoQ dan 84% YoY
- Marjin EBITDA Q2 melebar ke 52%
- Capaian H1 ini sudah ~50% dari konsensus setahun penuh dan 60% dari target Sucor Sekuritas
- Neraca Juni 2026: total aset USD 7,8 miliar (naik dari USD 6,81 M), liabilitas USD 2,68 miliar, ekuitas USD 5,13 miliar. Kenaikan aset disumbang persediaan, aset tetap, aset hak guna, dan aluminium ingot π Sumber: Buletin Energi β Kinerja Keuangan Alamtri ADRO Melesat Tinggi pada Semester I 2026 | RRI β Laba Alamtri Resources Melonjak Tembus US$329 Juta | Persen.id β Laba Adaro Energy Melesat 76,84%
ποΈ 30 Agustus β Smelter Aluminium Sudah Kirim Komersial ke AS & Korsel
- Smelter KAI sudah commissioning sejak Desember 2025, dan pengiriman komersial perdana ke Amerika Serikat dan Korea Selatan terjadi Juni 2026
- Tapi sampai semester I 2026, bisnis aluminium masih rugi USD 45,5 juta dan belum mencatat pendapatan β pendapatan baru diperkirakan masuk di kuartal III
- ADMR sudah punya persediaan aluminium ~USD 319 juta dan hedging 60.675 ton untuk JuliβSeptember 2026
- Kontribusi segmen aluminium ke pendapatan konsolidasi diproyeksi naik hingga 50,7% pada 2030
- Sucor: volume penjualan aluminium 280 ribu ton (2026) β 500 ribu ton (2027) π Sumber: Mikirduit β Geliat Prospek ADRO, ADMR, AADI dari Proyek Smelter Aluminium yang Mulai Berjalan | Bisnis Insight β Perluas Bisnis Non-Batu Bara, ADRO Bidik Penguatan Kinerja Jangka Panjang
π 31 Agustus β Saham Tembus Rp 2.840, ATH Baru
- Harga ditutup Rp 2.840 β tertinggi baru dalam setahun (mengalahkan puncak Maret di 2.700)
- Volume 1.021.007 lot β volume tertinggi kedua dalam window ini
- Kombinasi laba H1 rilis 28 Agustus + euforia smelter π Sumber: JournalArta β Alamtri Resources ADRO Terbaru 2026: Laba Melejit 76,83% Jadi USD309,36 Juta
β 2 September β KPK Dalami Kasus Pajak, Nama Adaro Terseret
- KPK menyidik dugaan korupsi di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan
- Nama Adaro muncul setelah KPK memeriksa Jul Seventa Tarigan, mantan Kepala Divisi Pajak PT Adaro Energy, pada 19 Agustus 2026
- Saham ADRO jeblok 3,96% ke Rp 2.670 saat berita mencuat; AADI ikut lemah
- Penting: KPK belum menetapkan Adaro/Alamtri sebagai tersangka, dan belum ada keterangan resmi yang mengaitkan penurunan harga dengan kasus ini secara langsung
- Volume hari itu 1.252.903 lot β tertinggi dalam window ini, dan itu terjadi di harga turun π Sumber: Monitor Indonesia β Saham ADRO Jeblok 3,96%, KPK Dalami Kasus Pajak | Berita Kini β Saham Grup Boy Thohir Jatuh Menyusul Kasus Dugaan Korupsi Pajak KPK
β 6 September β Sucor Sekuritas Pertahankan BUY, Target Rp 3.800
- Alasan: neraca kuat + prospek pertumbuhan pendapatan jangka menengah
- Katalis utama: peningkatan kapasitas smelter aluminium
- BRI Danareksa (BRIDS) juga BUY, tapi target lebih konservatif di Rp 2.500 π Sumber: InvestorTrust β Alamtri Resources (ADRO) Siap Masuki Fase Baru Pertumbuhan
π 7-11 & 14-18 September β Asing Net Sell Dua Pekan Berturut-turut
- Pekan 7-11 Sep: asing net sell Rp 112,8 miliar di ADRO, tapi justru net buy Rp 380,9 miliar di AADI
- Pekan 14-18 Sep: asing net sell Rp 169,7 miliar di ADRO (BUMI + ADRO total Rp 348,4 miliar), sementara BRMS, ANTM, AADI, EMAS diburu
- Total ~Rp 282 miliar net sell asing di ADRO dalam dua pekan
- Konteksnya rotasi: asing keluar dari batu bara termal, masuk ke mineral strategis
- Harga ADRO turun 2,9% dalam sepekan (7-11 Sep) meski secara bulanan masih +4,3% dan YtD +45,8% π Sumber: batuahnews β Asing Lepas Saham ADRO Rp112,8 Miliar dan Borong AADI Rp380,9 Miliar | tvOnenews β Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO
π 18-21 September β FTSE Semi-Annual Review, 29 Saham RI Di-depak
- FTSE Russell umumkan hasil review Asia Pacific ex Japan ex China (21 Agustus), efektif 21 September 2026
- 29 saham Indonesia dikeluarkan, 10 saham turun kasta ke Micro Cap β tanpa satu pun promosi
- ADRO tidak termasuk yang dikeluarkan
- Tapi rebalancing 18 September bikin volume ADRO melonjak ke 740.587 lot π Sumber: SINATA.ID β 29 Saham Indonesia Didepak FTSE Russell | Kabarmodal β FTSE Russell Coret 29 Saham RI dari Indeks Global
πΌ 28 Agustus β Lazard Asset Management Masuk Pemegang >1%
- Lazard (New York) mulai muncul di daftar pemegang >1% KSEI pada periode Juni-Juli 2026
- 30 Juni 2026: 1,02% β akhir Juli: 1,05%
- Sebelumnya nama ini nggak tercatat sama sekali sepanjang Februari-Mei
- Sinyal: global fund manager mulai bangun posisi, bukan cuma trading π Sumber: Radar Media Digital β Lazard Mulai Akumulasi Saham ADRO di Atas 1 Persen
π Konteks Makro
- Asing masih net sell di pasar saham Indonesia: Rp 72,87 triliun YtD sampai 14 Agustus 2026
- Tapi investor lokal makin dominan β pegang 59,71% nilai saham di KSEI per 31 Juli 2026
- Jumlah SID pasar modal nasional tembus 30,3 juta (7 Agustus 2026), naik 49% YoY π Sumber: Kabartops β Investor Lokal vs Asing: Siapa Penguasa Sebenarnya di Bursa RI? | Stockwatch β Capai 30,3 Juta Investor, KSEI Pacu Inovasi Sistem C-BEST
6. Analisis Kepentingan
Insider Buying/Selling Pattern
- Tidak ada insider selling signifikan terdeteksi sejak 16 Juni. Semua big holder hold atau naik proporsional (efek pembatalan treasuri).
- Buyback masih hidup: RUPS 17 April 2026 menyetujui buyback maksimal Rp 5 triliun (bukan komitmen beli penuh β itu plafon dana). Per 24 Agustus 2026, ADRO & AADI masih tercatat sebagai emiten buyback terbesar kedua di IDX setelah ASII (Rp 8 T).
- Yang berubah: saham treasuri lama (589,19 juta lembar) sudah dibatalkan, jadi nggak ada lagi overhang treasury yang bisa dijual kembali ke pasar.
Ultimate Beneficial Owner & Jaringan
- Garibaldi "Boy" Thohir β ultimate controller lewat Adaro Strategic (48,77%). Adik Erick Thohir.
- Edwin Soeryadjaya / Saratoga (4,08%) β Preskom, founder Saratoga Investama Sedaya.
- Rachmat family (Permadi 4,11% + Christian Ariano) β Triputra Group.
- Arini Saraswaty Subianto β Komisaris, putri almarhum Benny Subianto (Persada Capital/Arsari).
- Sandiaga Uno (2,12%) β tokoh politik nasional.
- π Lazard Emerging Markets Equity Portfolio (1,05%) β masuk baru Juni-Juli 2026. Ini yang menarik: manajer investasi global kelas atas mau masuk justru setelah harga naik 25% YtD, bukan di bottom.
Related Party & Concentration Risk
- Kontrol 48,77% di satu entitas β keputusan strategis sepenuhnya di tangan Boy Thohir. Pedang bermata dua: eksekusi cepat, tapi risiko governance. Catatan: konsentrasi ini masih di bawah threshold HSC BEI, jadi ADRO tetap lolos jadi konstituen LQ45/IDX30.
- Tidak ada single buyer risk >50% β offtaker batu bara metalurgi terdiversifikasi domestik + ekspor.
- Risiko baru: kasus pajak KPK. Ini overhang regulasi yang nggak bisa di-quantify. Yang perlu dicermati: kalau nanti status naik dari "saksi/perusahaan yang disebut" jadi "tersangka", re-rating risiko bisa signifikan. Sampai sekarang KPK belum menetapkan tersangka.
Single Supplier / Eksekusi Risk
- Smelter aluminium KAI sudah commissioning sejak Desember 2025 dan sudah kirim komersial perdana Juni 2026 β risiko eksekusi menurun dibanding posisi Juni lalu.
- Tapi: segmen aluminium masih rugi USD 45,5 juta di H1 2026 dan belum catat pendapatan. Titik baliknya ada di kuartal III 2026.
- PLTA 1,3 GW + PLTS 0,4 GW untuk suplai smelter masih tahap pembangunan β bottleneck energi belum sepenuhnya selesai.
- Risiko baru: persediaan aluminium ~USD 319 juta menumpuk di ADMR (holding ADRO) sambil harga aluminium global bergerak. Kalau harga aluminium turun, ada risiko write-down persediaan.
Insider vs Outsider Dynamic
- Insider (Boy, Edwin, Rachmat, Sandiaga) kuasai ~69,6% (48,77 + 6,86 + 4,11 + 4,08 + 3,65 + 2,12 + 0,01 insider lain). Free float efektif cuma ~27,7%.
- Per 21 September, CC (Mandiri) beli bersih +118.788 lot dengan buy% 87,1% β satu broker menyerap ~42% dari volume hari itu. Di free float sekecil ini, satu akumulator agresif bisa menggerakkan harga cepat.
- Lazard masuk >1% = validasi institusional asing, tapi ini juga artinya sebagian "diskon" sudah mulai hilang.
Political/Regulatory Angle
- Positif: hilirisasi mineral (smelter aluminium) sejalan agenda nasional. ADRO beneficiary utama. Transisi energi (PLTA/PLTS + ekspor listrik ke Singapura) dapat insentif hijau.
- Negatif: kasus pajak KPK di KPP Madya Banjarmasin. Ini preseden yang perlu dimonitor β sektor batu bara historis punya eksposur sengketa pajak.
π Sumber: Bisnis.com β Daftar Emiten Buyback Saham 2026 | Monitor Indonesia β KPK Dalami Kasus Pajak
7. SID Proxy (Tren Investor)
| Periode | Jumlah SID | Perubahan | Catatan |
|---|---|---|---|
| 31 Des 2025 | 221.560 | +14.172 | β Retail FOMO di puncak harga |
| 30 Jan 2026 | 188.548 | β33.012 | β Retail gugur masif |
| 27 Feb 2026 | 189.922 | +1.374 | β Stabil |
| 31 Mar 2026 | 178.966 | β10.956 | β Retail keluar lagi |
| 30 Apr 2026 | 191.037 | +12.071 | β Retail FOMO pas rebound |
| 31 Mei 2026 | 182.989 | β8.048 | β Retail gugur |
| 30 Jun 2026 | 181.610 | β1.379 | β Hampir flat β retail nggak ngikut rally |
| 31 Jul 2026 | 176.474 | β5.136 | β Keluar pas harga naik β strong holder base |
| 31 Agu 2026 | 166.703 | β9.771 | β Penurunan terbesar sejak Januari |
Analisis: Ini pola yang paling ideal β dan yang paling penting, berbeda dari Mei lalu. Tiga bulan terakhir SID turun konsisten (-16.286 SID / β8,9% sejak 31 Mei) sementara harga naik dari 2.320 ke 2.840. Ingat polanya: SID naik saat harga naik = FOMO retail di puncak (distribusi). SID turun saat harga naik = retail gugur, sisa yang pegang strong holder (akumulasi). Yang terjadi sekarang yang kedua.
Bandingkan dengan puncak Desember 2025: SID 221.560 waktu itu di harga 2.500-2.600-an. Sekarang SID 166.703 di harga 2.620-2.840 β artinya 54.857 SID (24,8%) sudah keluar dan nggak balik lagi, padahal harga udah lewat puncak lama. Ini yang bikin base-nya makin tipis.
Satu catatan kritis: penurunan terbesar justru di Agustus (-9.771), tepat saat harga cetak ATH 2.840. Kalau SID terus turun di harga yang naik, itu bagus. Tapi kalau bulan depan SID mulai naik lagi bersamaan harga turun β itu tanda weak hands baru masuk dan potensi distribusi belum selesai.
8. Weekly Category Flow (60+ Hari) β ASING vs SMART MONEY vs LOKAL vs RITEL
Angka dalam lot. Kolom SMART MONEY dipisah eksplisit (di report versi Juni belum ada kolom ini).
| Week Start | ASING | SMART MONEY | LOKAL | RITEL |
|---|---|---|---|---|
| 21 Sep 2026 | β20.633 | +15.516 | +9.709 | β6.526 |
| 14 Sep 2026 | +75.536 | β101.885 | +110.195 | +38.099 |
| 07 Sep 2026 | +77.647 | β284.187 | +16.203 | +139.301 |
| 31 Agu 2026 | β191.370 | +382.252 | β138.343 | +102.770 |
| 24 Agu 2026 | β15.643 | +214.654 | β54.341 | β169.816 |
| 17 Agu 2026 | +7.165 | +78.013 | β41.621 | β83.475 |
| 10 Agu 2026 | β23.346 | +2.516 | +71.859 | β6.457 |
| 03 Agu 2026 | β17.768 | β53.125 | +211.123 | β88.510 |
| 27 Jul 2026 | β165.882 | β135.917 | +169.616 | +127.564 |
| 20 Jul 2026 | +27.640 | +159.848 | β32.619 | β102.178 |
| 13 Jul 2026 | +28.693 | +131.001 | β26.983 | β193.988 |
| 06 Jul 2026 | +23.515 | +79.838 | β91.987 | β89.118 |
| 29 Jun 2026 | β1.090 | β97.812 | +174.879 | β63.134 |
| 22 Jun 2026 | β34.638 | β122.597 | +228.942 | β57.151 |
| 15 Jun 2026 | +4.914 | β53.501 | β1.133 | +66.847 |
Baca tabel ini dengan hati-hati. Kolom SMART MONEY itu agregat 18 broker β net sell di sana bukan berarti smart money keluar. Buktinya minggu 7 September: kolom SMART MONEY net sell β284.187 lot (kelihatan horor), padahal di periode yang sama CC (Mandiri) net buy +391.077 lot dan J.P. Morgan net buy +117.947 lot β yang bikin merah cuma Maybank (ZP) yang flip jadi distributor besar. Lihat Section 11 untuk versi per-broker.
Pola besar 15 minggu terakhir:
- SMART MONEY: positif di 7 dari 15 minggu. Dua minggu terakhir justru negatif karena ZP flip.
- LOKAL: paling fluktuatif β net sell 8 minggu, net buy 7 minggu. Termasuk di dalamnya Bahana (DX) dan broker lokal besar lain.
- ASING (kategori kecil ini): net buy 6 minggu, net sell 9 minggu. Konsisten dengan narasi rotasi global keluar dari batu bara.
- RITEL: pola paling berubah. Di Juni-Juli ritel konsisten net sell (8 minggu berturut turun), tapi Agustus-September ritel flip jadi net buy di beberapa minggu (31 Agu: +102.770; 7 Sep: +139.301).
WHO SELLS > WHO BUYS: Dari versi per-broker β penjual konsisten sekarang adalah Maybank/ZP, Phillip/KK, UBS/AK, CGS/YU, Verdhana/BB. Pembelinya Mandiri/CC, J.P. Morgan/BK, Kiwoom/AG, BCA/SQ, KB Valbury/CP. Menariknya: CGS (YU) yang di Juni jadi penjual terbesar, sekarang jualnya melambat drastis.
9. Posisi Barang (30 Hari: 22 Agu β 21 Sep 2026) β RITEL vs SMART MONEY vs LOKAL
β AKUMULASI (Net Buy)
| Broker | Kategori | Net (Lot) | Buy% | Avg Buy |
|---|---|---|---|---|
| CC β Mandiri Sekuritas | SMART MONEY | +391.077 | 56,8% | 2.673 |
| XL β Stockbit | RITEL | +141.953 | 53,0% | 2.674 |
| CP β KB Valbury | SMART MONEY | +124.003 | 64,4% | 2.669 |
| BK β J.P. Morgan | SMART MONEY | +117.947 | 54,3% | 2.673 |
| SQ β BCA Sekuritas | LOKAL | +88.618 | 57,9% | 2.673 |
| AG β Kiwoom | ASING | +84.342 | 77,0% | 2.673 |
| RX β Macquarie | ASING | +43.273 | 60,4% | 2.758 |
| KZ β CLSA | ASING | +28.738 | 92,5% | 2.654 |
| IF β Samuel | LOKAL | +13.616 | 60,6% | 2.674 |
| YP β Mirae Asset | RITEL | +13.367 | 50,6% | 2.675 |
| DX β Bahana | LOKAL | +11.837 | 52,9% | 2.671 |
| AZ β Sucor | LOKAL | +11.517 | 53,6% | 2.670 |
| XC β Ajaib | RITEL | +9.052 | 50,6% | 2.673 |
β DISTRIBUSI (Net Sell)
| Broker | Kategori | Net (Lot) | Buy% | Avg Buy |
|---|---|---|---|---|
| ZP β Maybank | SMART MONEY | β229.412 | 38,9% | 2.674 |
| KK β Phillip | ASING | β164.102 | 37,4% | 2.676 |
| AK β UBS | SMART MONEY | β124.071 | 47,9% | 2.672 |
| YU β CGS International | SMART MONEY | β83.085 | 46,7% | 2.678 |
| BB β Verdhana | LOKAL | β71.239 | 8,3% | 2.667 |
| NI β BNI Sekuritas | SMART MONEY | β60.842 | 45,5% | 2.675 |
| PD β Indo Premier | RITEL | β60.544 | 46,5% | 2.673 |
| AT β Phintraco | LOKAL | β31.577 | 36,6% | 2.676 |
| OD β BRI Danareksa | LOKAL | β18.340 | 47,1% | 2.672 |
| YJ β Lotus Andalan | LOKAL | β14.436 | 27,6% | 2.672 |
| LG β Trimegah | LOKAL | β9.443 | 47,8% | 2.672 |
| DH β Sinarmas | LOKAL | β8.451 | 47,2% | 2.671 |
| GR β Panin | LOKAL | β6.396 | 48,7% | 2.674 |
Kesimpulan: Akumulator sekarang adalah CC (Mandiri) β bukan lagi Bahana. CC menyerap +391.077 lot dalam 30 hari dengan buy% 56,8%, dan bahkan di hari terakhir sendirian beli bersih +118.788 lot (buy% 87,1%). Di sisi jual, ZP (Maybank) jadi distributor terbesar β ini flip yang paling signifikan karena di 6 bulan ZP justru net buyer +850.546 lot. Yang perlu diwaspadai: ritel (XL + YP) flip jadi net buyer di 30 hari terakhir β kalau ritel mulai masuk sementara smart money berhenti, itu tanda fase awal distribusi.
10. Broker Detail β 30 Hari & 6 Bulan
Top 14 Net Buyers β 6 Bulan (22 Mar β 21 Sep 2026)
| Broker | Kategori | Buy (Lot) | Sell (Lot) | Net (Lot) | Buy% | Avg Buy |
|---|---|---|---|---|---|---|
| DX β Bahana | LOKAL | 5.905.886 | 508.884 | +5.397.002 | 92,1% | 2.463 |
| BK β J.P. Morgan | SMART MONEY | 8.800.579 | 4.373.227 | +4.427.352 | 66,8% | 2.463 |
| ZP β Maybank | SMART MONEY | 5.252.136 | 4.401.590 | +850.546 | 54,4% | 2.465 |
| KI β Ciptadana | LOKAL | 639.519 | 150.380 | +489.139 | 81,0% | 2.462 |
| AG β Kiwoom | ASING | 301.683 | 149.583 | +152.100 | 66,9% | 2.479 |
| SQ β BCA Sekuritas | LOKAL | 1.421.690 | 1.281.204 | +140.486 | 52,6% | 2.466 |
| RX β Macquarie | ASING | 435.808 | 365.093 | +70.715 | 54,4% | 2.449 |
| CP β KB Valbury | SMART MONEY | 652.292 | 581.956 | +70.336 | 52,8% | 2.465 |
| DP β DBS Vickers | ASING | 14.466 | 1.142 | +13.324 | 92,7% | 2.435 |
| IC β Samuel (IC) | LOKAL | 10.533 | 1.143 | +9.390 | 90,2% | 2.610 |
| CD β MNC Sekuritas | LOKAL | 24.308 | 17.170 | +7.138 | 58,6% | 2.492 |
| BR β Trust Sekuritas | LOKAL | 26.329 | 20.067 | +6.262 | 56,7% | 2.482 |
| RO β Universal Broker | LOKAL | 36.939 | 31.921 | +5.018 | 53,6% | 2.462 |
| IH β Reliance (IH) | LOKAL | 4.558 | 2.292 | +2.266 | 66,5% | 2.553 |
Top 14 Net Sellers β 6 Bulan
| Broker | Kategori | Buy (Lot) | Sell (Lot) | Net (Lot) | Buy% | Avg Buy |
|---|---|---|---|---|---|---|
| YU β CGS International | SMART MONEY | 2.594.701 | 6.240.668 | β3.645.967 | 29,4% | 2.469 |
| AK β UBS | SMART MONEY | 7.778.621 | 9.616.889 | β1.838.268 | 44,7% | 2.466 |
| PD β Indo Premier | RITEL | 1.831.128 | 2.808.008 | β976.880 | 39,5% | 2.466 |
| NI β BNI Sekuritas | SMART MONEY | 1.406.549 | 2.083.291 | β676.742 | 40,3% | 2.466 |
| YP β Mirae Asset | RITEL | 2.712.216 | 3.347.550 | β635.334 | 44,8% | 2.466 |
| XL β Stockbit | RITEL | 6.170.887 | 6.620.556 | β449.669 | 48,2% | 2.466 |
| LG β Trimegah | LOKAL | 971.427 | 1.398.055 | β426.628 | 41,0% | 2.467 |
| GR β Panin | LOKAL | 461.960 | 833.088 | β371.128 | 35,7% | 2.465 |
| BB β Verdhana | LOKAL | 315.857 | 678.441 | β362.584 | 31,8% | 2.451 |
| CC β Mandiri | SMART MONEY | 6.450.888 | 6.784.648 | β333.760 | 48,7% | 2.465 |
| KK β Phillip | ASING | 769.078 | 1.039.872 | β270.794 | 42,5% | 2.465 |
| AZ β Sucor | LOKAL | 666.354 | 916.905 | β250.551 | 42,1% | 2.467 |
| OD β BRI Danareksa | LOKAL | 713.896 | 926.340 | β212.444 | 43,5% | 2.467 |
| XA β NH Korindo | ASING | 166.734 | 378.408 | β211.674 | 30,6% | 2.469 |
Broker Flow Hari Terakhir (21 September 2026)
Top Net Buyers:
| Broker | Kategori | Buy (Lot) | Sell (Lot) | Net (Lot) | Buy% | Avg |
|---|---|---|---|---|---|---|
| CC β Mandiri | SMART MONEY | 139.539 | 20.751 | +118.788 | 87,1% | 2.621 |
| AK β UBS | SMART MONEY | 33.275 | 13.101 | +20.174 | 71,8% | 2.618 |
| LG β Trimegah | LOKAL | 7.577 | 1.630 | +5.947 | 82,3% | 2.620 |
| AZ β Sucor | LOKAL | 5.237 | 70 | +5.167 | 98,7% | 2.632 |
| XC β Ajaib | RITEL | 7.166 | 3.810 | +3.356 | 65,3% | 2.623 |
| SQ β BCA Sekuritas | LOKAL | 4.671 | 3.069 | +1.602 | 60,3% | 2.624 |
| LS β Reliance | ASING | 3.000 | 1.691 | +1.309 | 64,0% | 2.620 |
| NI β BNI Sekuritas | SMART MONEY | 1.887 | 815 | +1.072 | 69,8% | 2.625 |
Top Net Sellers:
| Broker | Kategori | Buy (Lot) | Sell (Lot) | Net (Lot) | Buy% | Avg |
|---|---|---|---|---|---|---|
| ZP β Maybank | SMART MONEY | 17.138 | 101.226 | β84.088 | 14,5% | 2.625 |
| BK β J.P. Morgan | SMART MONEY | 6.290 | 37.202 | β30.912 | 14,5% | 2.627 |
| KK β Phillip | ASING | 5.343 | 23.449 | β18.106 | 18,6% | 2.625 |
| YU β CGS International | SMART MONEY | 9.354 | 18.131 | β8.777 | 34,0% | 2.631 |
| YP β Mirae Asset | RITEL | 7.772 | 14.574 | β6.802 | 34,8% | 2.626 |
| XL β Stockbit | RITEL | 22.463 | 25.036 | β2.573 | 47,3% | 2.625 |
| DR β RHB | ASING | 488 | 2.817 | β2.329 | 14,8% | 2.625 |
| AT β Phintraco | LOKAL | 725 | 2.245 | β1.520 | 24,4% | 2.613 |
Narasi harian: Ini hari yang tajam kontrasnya. CC (Mandiri) beli 139.539 lot dengan buy% 87,1% β nyaris nggak jual. Sementara di sisi lain, ZP (Maybank) dan BK (J.P. Morgan) dua-duanya jual dengan buy% 14,5% masing-masing β hampir murni jual. J.P. Morgan yang di 30 hari masih net buy +117.947 lot, hari ini jadi net seller β30.912. Ini yang perlu dicermati: apakah JPM mulai ambil profit di harga 2.620, atau cuma rebalancing satu hari.
11. Smart Money Flip Detection
Membandingkan buy% 6 bulan vs 30 hari:
| Broker | Kategori | Buy% 6B | Buy% 30H | Net 6B (Lot) | Net 30H (Lot) | Perubahan | Sinyal |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| DX β Bahana | LOKAL | 92,1% | 52,9% | +5.397.002 | +11.837 | Buy% ANJLOK, net hampir nol | β AKUMULASI BERHENTI |
| ZP β Maybank | SMART MONEY | 54,4% | 38,9% | +850.546 | β229.412 | Net buyer β distributor terbesar | β FLIP TOTAL |
| CC β Mandiri | SMART MONEY | 48,7% | 56,8% | β333.760 | +391.077 | Net seller β akumulator terbesar | β FLIP TOTAL |
| KI β Ciptadana | LOKAL | 81,0% | β | +489.139 | tidak muncul di list | Hilang dari 30H | β BERHENTI AKUMULASI |
| BK β J.P. Morgan | SMART MONEY | 66,8% | 54,3% | +4.427.352 | +117.947 | Masih beli, tapi melambat | β Melambat |
| YU β CGS Int'l | SMART MONEY | 29,4% | 46,7% | β3.645.967 | β83.085 | Jual melambat drastis | β SELLING EXHAUSTION |
| AK β UBS | SMART MONEY | 44,7% | 47,9% | β1.838.268 | β124.071 | Jual melambat | β Jual melambat |
| AG β Kiwoom | ASING | 66,9% | 77,0% | +152.100 | +84.342 | Buy% naik, volume naik | β AKSELERASI |
| SQ β BCA Sekuritas | LOKAL | 52,6% | 57,9% | +140.486 | +88.618 | Buy% naik | β Akselerasi |
| CP β KB Valbury | SMART MONEY | 52,8% | 64,4% | +70.336 | +124.003 | Buy% naik, net naik | β AKSELERASI |
| RX β Macquarie | ASING | 54,4% | 60,4% | +70.715 | +43.273 | Beli di avg 2.758 | β Beli di harga tinggi |
| KZ β CLSA | ASING | β | 92,5% | baru | +28.738 | Buy% 92,5% | β Akumulator baru |
| XL β Stockbit | RITEL | 48,2% | 53,0% | β449.669 | +141.953 | Net seller β net buyer | β οΈ RITEL FLIP BELI |
| YP β Mirae Asset | RITEL | 44,8% | 50,6% | β635.334 | +13.367 | Net seller β net buyer | β οΈ RITEL FLIP BELI |
| BB β Verdhana | LOKAL | 31,8% | 8,3% | β362.584 | β71.239 | Buy% makin rendah | β JUAL MAKIN AGRESIF |
| KK β Phillip | ASING | 42,5% | 37,4% | β270.794 | β164.102 | Volume jual naik | β Akselerasi jual |
| AZ β Sucor | LOKAL | 42,1% | 53,6% | β250.551 | +11.517 | Net seller β net buyer | β Flip beli |
| LG β Trimegah | LOKAL | 41,0% | 47,8% | β426.628 | β9.443 | Jual hampir stop | β Jual hampir stop |
| GR β Panin | LOKAL | 35,7% | 48,7% | β371.128 | β6.396 | Jual hampir stop | β Jual hampir stop |
| OD β BRI Danareksa | LOKAL | 43,5% | 47,1% | β212.444 | β18.340 | Jual melambat | β Jual melambat |
| NI β BNI Sekuritas | SMART MONEY | 40,3% | 45,5% | β676.742 | β60.842 | Jual melambat | β Melambat |
| PD β Indo Premier | RITEL | 39,5% | 46,5% | β976.880 | β60.544 | Jual melambat | β Melambat |
β Broker Disappearance Watch
- KI (Ciptadana) β 6B net +489.139 lot (buy% 81,0%) β HILANG TOTAL dari 30H list. Berarti akumulasi KI sudah selesai sepenuhnya. Bersama Bahana yang berhenti, dua akumulator terbesar versi Juni sudah nggak aktif lagi.
- DX (Bahana) β 6B net +5.397.002 lot β 30H cuma +11.837 lot. Ini bukan "hilang" tapi hampir sama: dari 92,1% buy jadi 52,9%. Bahana sudah selesai mengumpulkan, sekarang cuma jadi fasilitator crossing. β
- ZP (Maybank) β masih ada, tapi ganti arah total. Dari +850.546 (6B) jadi β229.412 (30H). Ini flip yang paling jelas. β
π Interpretasi Kunci
Yang berubah fundamental dari versi Juni: waktu itu tesisnya "dua monster (Bahana + JPM) menyerap >114.000 lot bersih". Sekarang gambarnya beda: Bahana sudah selesai, Ciptadana sudah pergi, Maybank berbalik jadi penjual. Yang menggantikan: Mandiri (CC) masuk jadi akumulator terbesar (+391.077 lot 30H), didampingi J.P. Morgan yang masih beli tapi melambat.
Yang positif: sisi jual mengering. CGS (YU) yang di 6 bulan jual 3,65 juta lot dengan buy% 29,4%, dalam 30 hari terakhir cuma net sell β83.085 lot dengan buy% naik ke 46,7%. UBS juga sama. Ini selling exhaustion klasik β penekan terbesar sudah lepas barangnya.
Yang perlu diwaspadai: RITEL FLIP JADI NET BUYER. XL (Stockbit) dari β449.669 (6B) jadi +141.953 (30H), YP (Mirae) dari β635.334 jadi +13.367. Ritel masuk biasanya bukan sinyal bagus β itu exit liquidity. Apalagi ini terjadi bersamaan dengan harga di area puncak (2,84 lalu turun ke 2,62).
12. Tektokan Detection
Total gross 30 hari (22 Agu β 21 Sep): 20.316.320 lot (buy 10.257.729 + sell 10.058.591). Volume pasar 30 hari dari data harga: 10.590.068 lot β cocok (Β±4%), artinya satuan konsisten.
| Broker | Gross 30H (Lot) | Buy% | Net (Lot) | Verdict |
|---|---|---|---|---|
| UBS (AK) | 3.025.783 | 47,9% | β124.071 | β οΈ Facilitator terbesar β gross raksasa, net kecil. Bukan akumulasi |
| Stockbit (XL) | 2.371.343 | 53,0% | +141.953 | β Volatil, tapi net positif |
| Mandiri (CC) | 2.867.329 | 56,8% | +391.077 | β Net proporsional dengan gross β akumulasi nyata |
| J.P. Morgan (BK) | 1.367.681 | 54,3% | +117.947 | β Net positif, bukan tektokan |
| Mirae (YP) | 1.155.751 | 50,6% | +13.367 | β οΈ Tektokan β gross gede, net nyaris nol |
| Ajaib (XC) | 754.322 | 50,6% | +9.052 | β οΈ Tektokan |
| BRI Danareksa (OD) | 321.376 | 47,1% | β18.340 | β οΈ Tektokan |
| Trimegah (LG) | 219.121 | 47,8% | β9.443 | β οΈ Tektokan |
| Panin (GR) | 243.922 | 48,7% | β6.396 | β οΈ Tektokan |
| Sinarmas (DH) | 152.301 | 47,2% | β8.451 | β οΈ Tektokan |
| OCBC (TP) | 203.043 | 48,7% | β5.175 | β οΈ Tektokan |
Estimasi porsi tektokan/crossing: broker dengan buy% 47β51% menguasai sekitar ~30% dari total gross 30 hari (β6,1 juta lot dari 20,3 juta lot). Ini level yang wajar untuk saham blue chip dengan free float tipis β bukan wash trading sistematis.
Kesimpulan: ADRO relatif bersih. Yang perlu di-highlight cuma dua:
- UBS (AK) β gross 3,03 juta lot dengan buy% 47,9% dan net cuma β124.071. Ini fasilitator crossing, bukan pelaku arah. Jangan baca flow UBS sebagai sinyal bearish/bullish.
- CC (Mandiri) di sisi lain justru kebalikannya β gross 2,87 juta lot, buy% 56,8%, net +391.077 lot. Net sebesar itu (13,6% dari gross) bukan tektokan. Ini akumulasi sungguhan.
13. VPA Analysis (Volume Price Analysis)
Periode Sejak 16 Juni 2026 (8 Fase)
| Fase | Tanggal | Range | Close | Volume (lot) | VPA Signal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. FTSE Forced Dump | 18-19 Jun | 2.260 β 2.220 | 2.220 | 222K β 1.610K | β Volume climax di bawah harga = forced passive selling (FTSE review efektif 22 Jun). Bukan distribusi fundamental |
| 2. Base Building | 22 Jun β 8 Jul | 2.240 β 2.300 | 2.250-2.300 | 110K β 380K | β Volume dry-up + harga stabil = akumulasi senyap |
| 3. Mark-Up Awal | 7 β 22 Jul | 2.300 β 2.580 | 2.580 | 126K β 497K | β Golden cross 22 Jul. Uptrend terbentuk, volume naik sehat |
| 4. Konsolidasi | 23 Jul β 21 Agu | 2.460 β 2.580 | 2.540-2.550 | 144K β 497K | β Sideways 4 minggu. Butuh pemicu untuk breakout |
| 5. Breakout + Climax Top | 24 β 31 Agu | 2.630 β 2.840 | 2.840 | 525K β 1.021K | β CLIMAX TOP. Laba H1 rilis 28 Agu, harga ATH baru, volume puncak. Ini titik maksimum euforia |
| 6. Distribusi + Panik | 1 β 2 Sep | 2.840 β 2.650 | 2.650 | 602K β 1.253K | β Harga jatuh β6,7% dengan volume terbesar dalam window = distribusi disertai panik berita KPK |
| 7. Lower High Trend | 3 β 18 Sep | 2.740 β 2.640 | 2.640 | 223K β 741K | β Rally gagal balik ke 2.840. Lower highs konsisten. 18 Sep volume 741K = FTSE rebalancing |
| 8. Volume Dry-Up | 21 β 22 Sep | 2.620 β 2.610 | 2.620 | 286K / 138K | β Volume kering di 2.610-2.620. Belum ada sinyal arah |
Perbandingan Sebelum vs Sesudah (yang berubah)
| 15 Jun 2026 (report lama) | 21 Sep 2026 (sekarang) | |
|---|---|---|
| Harga | Rp 2.320 | Rp 2.620 (+12,9%) |
| 52W High | 2.700 | 2.860 |
| Fase VPA | Pasca selling climax (2.140 di 18-20 Mei), volume dry-up | Pasca climax top (2.840 di 31 Agu), harga turun β7,7% dari puncak |
| Avg volume 5 hari | 436.203 lot | 451.820 lot (Β±sama) |
| Volume tertinggi | 2,46 juta lot (19 Mei, panic selling) | 1,61 juta lot (19 Jun, FTSE) & 1,25 juta lot (2 Sep, KPK) |
| SID | 182.989 | 166.703 (β8,9%) |
VPA Matrix
| Sinyal | Harga | Volume | Arti |
|---|---|---|---|
| Climax Top (31 Agu) | π 2.840 (ATH) | π 1,02M | β Distribusi di puncak euforia laba H1 |
| Distribution w/ Panic (2 Sep) | π 2.840β2.650 | π 1,25M | β Volume terbesar + harga jatuh + berita KPK = puncak tekanan jual |
| Failed Rally (3-11 Sep) | π 2.740β2.640 | π 223K-771K | β Lower highs β buyer nggak sanggup tembus 2.740 |
| FTSE Rebalance Day (18 Sep) | π 2.670β2.640 | π 741K | β Forced passive flow, bukan sinyal arah |
| Volume Dry-Up (21-22 Sep) | β‘οΈ 2.620-2.610 | π 286K/138K | β Selling pressure mereda, tapi belum ada konfirmasi akumulasi |
Narasi VPA: Pola ADRO sekarang cerminan terbalik dari Juni lalu. Tiga bulan lalu, report-nya bilang: "selling climax sudah lewat, volume dry-up = bottom zone, awal markup". Analisis itu benar β harga memang naik dari 2.170 ke 2.840 (+31%). Tapi sekarang siklusnya sudah maju satu fase: climax top 31 Agustus di 2.840 diikuti volume distribusi besar 1,25 juta lot pada 2 September (bersamaan berita KPK). Terakhir, harga turun ke 2.610-2.620 dengan volume yang mengering.
Yang belum jelas: apakah volume dry-up 21-22 September ini bottom dari koreksi (dan markup lanjutan segera mulai), atau awal konsolidasi panjang sebelum distribusi berikutnya. Bedanya bisa dibaca dari broker flow: kalau CC (Mandiri) terus akumulasi agresif sementara Maybank menghabiskan barangnya, ini koreksi sehat. Tapi kalau ritel terus net buy sementara akumulator berhenti, itu warning.
Level teknis yang perlu diperhatikan: support di 2.550-2.560 (area konsolidasi Agustus), lalu 2.460-2.470 (low Juli-Agustus). Resistance di 2.740 (lower high September), lalu 2.840 (ATH).
14. Key Findings
-
β Akumulator lama sudah berhenti. Bahana (DX) yang jadi bintang di report Juni β net +5.397.002 lot dengan buy% 92,1% dalam 6 bulan β dalam 30 hari terakhir cuma net +11.837 lot dengan buy% 52,9%. Ciptadana (KI, 6B +489.139 lot, buy% 81,0%) malah hilang total dari list 30 hari. Dua akumulator terbesar versi Juni sudah selesai.
-
β Maybank (ZP) flip total dari pembeli jadi penjual terbesar. Dari +850.546 lot (6B) jadi β229.412 lot (30H), buy% 54,4% β 38,9%. Di hari terakhir jual β84.088 lot dengan buy% 14,5%.
-
β Tapi ada penggantinya: Mandiri (CC) FLIP jadi akumulator terbesar. Dari net seller β333.760 lot (6B) jadi +391.077 lot (30H) dengan buy% 56,8%. Hari terakhir sendiri beli +118.788 lot, buy% 87,1%.
-
β Selling exhaustion sudah terjadi. CGS (YU) β penjual terbesar 6 bulan dengan β3.645.967 lot (buy% 29,4%) β sekarang cuma net sell β83.085 lot dengan buy% membaik ke 46,7%. UBS (AK) juga: dari β1.838.268 jadi β124.071. Penekan terbesar sudah lepas barangnya.
-
β οΈ RITEL FLIP JADI NET BUYER β sinyal paling perlu diwaspadai. XL (Stockbit) dari β449.669 (6B) jadi +141.953 (30H). YP (Mirae) dari β635.334 jadi +13.367. Ritel masuk di area puncak, pas akumulator besar berhenti. Kombinasi ini historisnya bukan sinyal bullish.
-
π Fundamental meledak. Laba bersih H1 2026 USD 309,37 juta (+76,83% YoY), revenue USD 999,24 juta (+16,51%). Q2 saja laba USD 181 juta (+84% YoY) dengan marjin EBITDA melebar ke 52%. H1 sudah ~50% dari konsensus setahun penuh.
-
ποΈ Smelter aluminium sudah kirim komersial perdana (Juni 2026, ke AS & Korea Selatan) tapi belum catat pendapatan dan masih rugi USD 45,5 juta di H1. Pendapatan baru masuk kuartal III. Ini katalis terbesar yang belum ter-realize.
-
π° Saham treasuri dibatalkan 589,19 juta lembar (13 Juli 2026) β saham beredar turun 2,0% ke 28.800.494.200. EPS terakresi, nggak ada tekanan jual karena dibatalkan (bukan dijual ke pasar).
-
π Asing net sell ~Rp 282 miliar dalam 2 pekan (7-18 Sep) β bagian dari rotasi global keluar dari batu bara termal ke mineral strategis. Tapi Lazard Emerging Markets Equity Portfolio justru masuk jadi pemegang >1% (1,05%) β validasi institusional dari arah berlawanan.
-
β Overhang baru: kasus pajak KPK. Penyidikan dugaan korupsi di KPP Madya Banjarmasin, bekas Kepala Divisi Pajak Adaro diperiksa 19 Agustus. KPK belum tetapkan tersangka, tapi berita ini yang memicu volume 1,25 juta lot pada 2 September.
-
π SID turun 16.286 (-8,9%) dalam 3 bulan sementara harga naik +12,9%. Ini konfigurasi "strong holder base" yang benar β bukan FOMO retail di puncak. Total 54.857 SID sudah keluar sejak Desember 2025.
-
β Index status aman. ADRO tetap konstituen LQ45 dan IDX30, dan nggak masuk daftar HSC BEI (yang naik dari 14 β 51 emiten per Juli 2026). Lolos dari exclusion FTSE September 2026.
-
π Sebagian upside sudah price-in. Harga sudah +12,9% sejak report Juni, +45% YtD. Target analis: Sucor Rp 3.800, riset independen Rp 3.100, BRIDS Rp 2.500. Rentang target yang lebar menunjukkan ketidaksepakatan soal nilai transisi bisnis.
-
β οΈ Koreksi jangka pendek sedang berjalan. Dari ATH 2.840 (31 Agu) sudah turun β7,7% ke 2.610. Pola lower highs sejak 3 September. Volume dry-up 21-22 Sep belum mengkonfirmasi bottom.
15. Verdict
Status Sebelumnya (16 Juni 2026)
β BULLISH β Confidence: HIGH (8/10) @ Rp 2.320 Tesis: akumulasi institusional agresif (Bahana + JPM), selling climax lewat, volume dry-up = bottom zone.
Status Sekarang (22 September 2026)
β NETRAL β BULLISH LEMAH β Confidence: MEDIUM (6/10) @ Rp 2.610-2.620
Kenapa berubah? Tesis bullish Juni sudah terbukti dan sudah dimainkan β harga naik +12,9% dari 2.320 ke 2.620 (sempat +22% ke 2.840). Sekarang setupnya beda: bukan lagi "di bottom sebelum markup", tapi "di tengah koreksi setelah climax top". Yang mengakumulasi juga ganti orang. Verdict-nya turun dari HIGH ke MEDIUM karena konfigurasi flow sekarang bercampur β ada argumen bullish yang kuat (fundamental + CC akumulasi + selling exhaustion), tapi ada juga sinyal distribusi yang serius (climax top + ritel masuk + Bahana/Maybank berbalik).
β Faktor Bearish
| # | Faktor | Bukti |
|---|---|---|
| 1 | Akumulator lama berhenti | Bahana: buy% 92,1% β 52,9%, net 30H cuma +11.837 lot. Ciptadana hilang dari list |
| 2 | Maybank flip jadi distributor terbesar | +850.546 lot (6B) β β229.412 lot (30H). Hari terakhir jual dengan buy% 14,5% |
| 3 | Ritel flip jadi net buyer di area puncak | XL: β449.669 β +141.953. YP: β635.334 β +13.367 |
| 4 | Climax top + distribusi ber-volume | 31 Agu: 2.840 (ATH) + volume 1,02M. 2 Sep: harga β6,7% + volume 1,25M (tertinggi window) |
| 5 | Lower highs sejak 3 Sep | Rally gagal tembus 2.740. Sudah β7,7% dari ATH |
| 6 | Overhang regulasi KPK | Penyidikan pajak KPP Banjarmasin. Tidak ter-quantify, belum ada tersangka |
| 7 | Asing net sell ~Rp 282 M dalam 2 pekan | Rotasi global keluar dari batu bara termal |
| 8 | J.P. Morgan jadi net seller di hari terakhir | β30.912 lot, buy% 14,5% (padahal 30H masih +117.947) |
| 9 | Segmen aluminium masih rugi | βUSD 45,5 juta di H1, belum ada pendapatan, persediaan USD 319 juta |
| 10 | Sebagian besar upside sudah price-in | Sudah +45% YtD, +12,9% sejak report Juni |
β Faktor Bullish
| # | Faktor | Bukti |
|---|---|---|
| 1 | Mandiri (CC) flip jadi akumulator terbesar | β333.760 (6B) β +391.077 (30H), buy% 56,8%. Hari terakhir +118.788 lot buy% 87,1% |
| 2 | Selling exhaustion di sisi penekan terbesar | CGS: β3.645.967 (6B) β β83.085 (30H), buy% 29,4% β 46,7%. UBS: β1.838.268 β β124.071 |
| 3 | Fundamental meledak | Laba H1 +76,83% YoY (USD 309,37 juta). Q2 +84% YoY. EBITDA margin 52% |
| 4 | Smelter aluminium sudah kirim komersial | Perdana Juni 2026 ke AS & Korsel. Pendapatan masuk kuartal III = katalis belum ter-realize |
| 5 | Saham treasuri dibatalkan | β589,19 juta lembar. EPS terakresi, tanpa tekanan jual |
| 6 | Lazard masuk pemegang >1% | Global fund manager bangun posisi Juni-Juli, di harga 2.400-2.600 |
| 7 | SID turun sementara harga naik | β16.286 SID (β8,9%) sementara harga +12,9% = strong holder base |
| 8 | Index status aman | LQ45 + IDX30 tetap, lolos HSC, lolos FTSE exclusion |
| 9 | Analis masih bullish | Sucor BUY Rp 3.800; riset independen BUY Rp 3.100 (argumen SOTP: pasar cuma nilai penyertaan, bukan operasi) |
| 10 | J.P. Morgan masih net buy 30H | +117.947 lot, buy% 54,3% β meski hari terakhir jual |
π― Yang Akan Mengubah Verdict
Flip ke β BULLISH kalau:
- Mandiri (CC) atau akumulator baru terus net buy >100.000 lot/bulan, sementara Maybank/Phillip habis barangnya
- Harga breakout di atas 2.840 dengan volume >1 juta lot = markup lanjutan terkonfirmasi
- Pendapatan aluminium mulai tercatat di laporan kuartal III (Oktober-November 2026)
- SID terus turun sambil harga naik
- Kasus KPK selesai tanpa menyeret ADRO/Alamtri sebagai tersangka
Flip ke β BEARISH kalau:
- Ritel (XL/YP/XC) terus net buy sementara akumulator berhenti = exit liquidity phase
- Mandiri (CC) berbalik jadi net seller dalam 2-3 minggu ke depan
- Harga breakdown di bawah 2.460 dengan volume naik = distribusi lanjutan
- Status KPK naik jadi penetapan tersangka
- SID mulai naik bersamaan harga turun = weak hands baru masuk
- Laporan kuartal III mengecewakan (khususnya kalau rugi aluminium makin dalam atau ada write-down persediaan)
16. Investment Thesis
Tiga bulan lalu tesis ADRO adalah "akumulasi monster di bottom". Tesis itu benar dan sudah terbukti β harga naik 12,9%, dan sempat +22% ke rekor baru Rp 2.840. Sekarang ceritanya sudah pindah bab. Yang perlu dinilai bukan lagi "apakah smart money sedang mengumpulkan", tapi "apakah fase pengumpulan sudah selesai dan sekarang masuk fase apa".
Yang bikin saya belum yakin bearish: fundamentalnya justru makin kuat, bukan makin lemah. Laba semester I meledak 76,83% YoY, marjin EBITDA Q2 melebar ke 52%, dan yang paling penting β smelter aluminium sudah kirim barang komersial perdana ke Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Juni 2026, tapi pendapatannya belum masuk laporan. Artinya ada pendapatan baru yang belum ter-cermin di harga sama sekali. ADMR (85,45% milik ADRO) sudah punya persediaan aluminium USD 319 juta dan hedging 60.675 ton untuk Juli-September. Kalau laporan kuartal III nanti benar-benar mencatat pendapatan aluminium, itu katalis yang belum di-price-in.
Yang bikin saya juga belum yakin bullish: cetakan harganya klasik distribusi. Puncak Rp 2.840 pada 31 Agustus (bersamaan rilis laba H1) diikuti volume 1,25 juta lot pada 2 September saat harga jatuh 6,7%. Setelah itu lower highs konsisten sampai sekarang. Dan komposisi pelakunya berubah jadi tidak nyaman: akumulator lama (Bahana, Ciptadana) berhenti, Maybank berbalik jadi penjual terbesar, sementara ritel justru flip jadi net buyer tepat di area puncak. Historisnya, ritel masuk di puncak = bukan sinyal bagus.
Tapi ada dua hal yang menahan saya dari langsung bearish. Pertama, sisi jual mengering secara signifikan β CGS yang tadinya jual 3,65 juta lot dalam 6 bulan kini cuma jual 83 ribu lot di 30 hari terakhir, UBS juga sama. Penekan terbesar sudah lepas barangnya, dan itu biasanya prasyarat untuk pergerakan naik. Kedua, ada akumulator baru yang serius: Mandiri (CC) memborong +391.077 lot dalam 30 hari, dan pada 21 September sendiri menyerap 139.539 lot dengan buy% 87,1% β itu bukan pola orang yang mau keluar.
Jadi posisinya: barang sudah pindah dari tangan yang jual (CGS/UBS/Maybank) ke tangan yang beli (Mandiri/JPM/Kiwoom/BCA), tapi harganya belum menghargai itu karena tekanan jual asing (Rp 282 miliar dalam 2 pekan) dan overhang kasus KPK. SID turun 8,9% sementara harga naik 12,9% β base pemegangnya makin tipis dan makin kuat, yang secara struktur adalah kondisi bagus untuk pergerakan cepat begitu momentum balik.
Yang perlu dipikirkan sendiri: apakah Anda nyaman dengan overhang regulasi yang tidak bisa dihitung (kasus pajak KPK), dan apakah Anda percaya laporan kuartal III akan benar-benar mencatat pendapatan aluminium. Dua variabel itu yang paling menentukan apakah ini koreksi sehat sebelum markup lanjutan, atau awal distribusi yang lebih panjang. Valuasi di 2.620 dengan PER ~8,7 dan PBV ~0,9 masih tidak mahal untuk emiten yang labanya tumbuh 77%, tapi bukan lagi harga murah seperti di 2.170-2.320.
17. Sumber Data
- INVESTOR IDN β ADRO Pangkas Saham Beredar, 589,19 Juta Saham Treasuri Dibatalkan
- StockWatch β Alamtri Resources (ADRO) Alihkan 589,19 Juta Saham Buyback, Saham Treasury Habis
- Bisnis.com β Grup ADRO Targetkan Penjualan Aluminium 350.000 Ton pada 2026
- Bisnis.com β Daftar Emiten Buyback Saham 2026: Nilai Dana, Periode dan Panduan Analisisnya
- Buletin Energi β Kinerja Keuangan Alamtri ADRO Melesat Tinggi pada Semester I 2026
- RRI.co.id β Laba Alamtri Resources Melonjak, Tembus US$329 Juta di Semester I 2026
- Persen.id β Laba Adaro Energy (ADRO) Melesat 76,84% Sepanjang Semester I-2026
- Sumbarbisnis β Laba Bersih Alamtri Resources (ADRO) Melonjak 76,84% di Semester I-2026
- EmitenHub β Trio Alamtri ADRO, AADI, ADMR Panen Cuan Semester I/2026, Smelter Aluminium Jadi Andalan Baru
- Bisnis Insight β Perluas Bisnis Non-Batu Bara, ADRO Bidik Penguatan Kinerja Jangka Panjang
- Mikirduit β Geliat Prospek ADRO, ADMR, AADI dari Proyek Smelter Aluminium yang Mulai Berjalan
- InvestorTrust β Alamtri Resources (ADRO) Siap Masuki Fase Baru Pertumbuhan, Target Harga Saham Menarik
- LinkedIn / Hans Sebastian β Independent Initiation: ADRO at BUY, Rp3,100
- JournalArta β Alamtri Resources ADRO Terbaru 2026: Laba Melejit 76,83% Jadi USD309,36 Juta
- JournalArta β Saham ADRO Menguat 1,57% Hari Ini, Golden Cross Terbentuk
- JournalArta β ADRO Momentum Menguat: Saham Menguat 3,40%
- JournalArta β Saham ADRO Menguat 3,14%, Uji Resistance Kunci Jadi Sorotan
- Monitor Indonesia β Saham ADRO Jeblok 3,96%, KPK Dalami Kasus Pajak yang Seret Nama Adaro
- Berita Kini β Saham Grup Boy Thohir Jatuh Menyusul Kasus Dugaan Korupsi Pajak KPK
- batuahnews β Asing Lepas Saham ADRO Rp112,8 Miliar dan Borong AADI Rp380,9 Miliar
- tvOnenews β Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO, Saham Tambang Lain Malah Diburu
- Kabar YPU β Rotasi Portofolio Global: Investor Asing Lepas Saham Batu Bara, Lirik Mineral Strategis
- Kontan β Rebalancing FTSE Berdampak Mini
- Berita Jejak Fakta β FTSE Russell Coret Sejumlah Saham Indonesia dari Indeks Global
- SINATA.ID β 29 Saham Indonesia Didepak FTSE Russell, Ada ADHI hingga SILO
- Kabarmodal β FTSE Russell Coret 29 Saham RI dari Indeks Global, Investor Asing Makin Waspada
- Katadata β Daftar Lengkap 51 Saham Terkonsentrasi Masuk HSC
- IDN Times β FTSE Russel Rilis Peninjauan Indeks Terbaru, 29 Saham RI Terdepak
- StockWatch β Daftar Terbaru Penghuni Indeks IDX30 Periode Agustus-Oktober 2026
- Katadata β Daftar Lengkap Saham Blue Chip Penghuni LQ45
- Radar Media Digital β Lazard Mulai Akumulasi Saham ADRO di Atas 1 Persen
- Kontan β Menakar Prospek Saham Grup Adaro ADRO, ADMR dan AADI di Tengah Transformasi Bisnis
- Bittime β Saham Grup ADRO Masih Potensial? Ini 3 Emiten yang Jadi Sorotan
- Kabartops β Investor Lokal vs Asing: Siapa Penguasa Sebenarnya di Bursa RI?
- Stockwatch β Capai 30,3 Juta Investor, KSEI Pacu Inovasi Sistem C-BEST Hingga ETF Emas
- Indonesia Investments β IDX Revamps HSC Methodology: 51 Stocks Under Stricter Liquidity Surveillance
- Alamtri.com β Annual Report 2025
- Indonesia Investments β Profil Alamtri Resources Indonesia
- Wikipedia β Alamtri Resources Indonesia
Research oleh Supri Spinach | Deep Research sebelumnya: 16 Juni 2026 (harga Rp 2.320) | Update: 22 September 2026 (harga Rp 2.620)