📊 Market Overview — 1 Juli 2026


📈 IHSG

📈 IHSG: 5,695.12 (+0.92%)

IHSG berhasil rebound 51,93 poin (+0.92%) ke 5.695,12 pada perdagangan Rabu (1/7), memulai kuartal III dengan catatan hijau setelah sehari sebelumnya ambruk 3,05%. Seluruh sektor menghijau dipimpin Energi (+2.30%). Meski indeks menguat, volume transaksi masih relatif sepi — hanya Rp9,53 triliun — dan volatilitas tinggi terlihat dari IHSG yang sempat mampir ke zona merah sebelum melesat ke 5.728. IHSG masih dalam tren bearish jangka panjang dengan penurunan YTD -34,74% dan net foreign outflow lebih dari Rp73 triliun sepanjang 2026.


🏆 Top 10 Gainers

# Ticker Nama Harga Change% Sektor Volume
1 COCO Wahana Interfood Nusantara 172 +34.38% Barang Konsumen Primer 1.8M
2 BBRM Pelayaran National Bina Buana Raya 130 +28.71% Energi 1.4M
3 PADI Minna Padi Investama Sekuritas 77 +28.33% Keuangan 6.0M
4 BEEF Estika Tata Tiara 160 +25.98% Barang Konsumen Primer 555K
5 CSMI Cipta Selera Murni 73 +23.73% Barang Konsumen Non-Primer 1.0M
6 RATU Raharja Energi Cepu 5,550 +20.13% Energi 228K
7 CUAN Petrindo Jaya Kreasi 620 +16.98% Energi 4.3M
8 FAST Fast Food Indonesia 230 +13.86% Barang Konsumen Non-Primer 33K
9 KOKA Koka Indonesia 99 +13.79% Infrastruktur 513K
10 KIOS Kioson Komersial Indonesia 87 +12.99% Teknologi 1.2M

Dominasi sektor Energi di top gainers (BBRM, RATU, CUAN) menarik — RATU dan CUAN juga mencatat net foreign buy signifikan (masing-masing +13,2M dan +46,1M). Saham second/third liner mendominasi, khas recovery day setelah koreksi dalam.


🔻 Top 10 Losers

# Ticker Nama Harga Change% Sektor Volume
1 MMIX Multi Medika Internasional 464 -14.86% Kesehatan 235K
2 MSKY MNC Sky Vision 57 -12.31% Barang Konsumen Non-Primer 437K
3 AYLS Agro Yasa Lestari 155 -11.93% Barang Baku 416K
4 ESTA Esta Multi Usaha 185 -11.06% Barang Konsumen Non-Primer 26K
5 HOMI Grand House Mulia 189 -10.00% Properti & Real Estat 44K
6 IBOS Indo Boga Sukses 64 -9.86% Barang Konsumen Primer 197K
7 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten 750 -8.54% Keuangan 51K
8 TCPI Transcoal Pacific 6,550 -7.09% Energi 33K
9 CPIN Charoen Pokphand Indonesia 3,170 -6.76% Barang Konsumen Primer 93K
10 MTEL Dayamitra Telekomunikasi 505 -6.48% Infrastruktur 461K

CPIN masuk top losers dengan net foreign sell -Rp16,0 miliar, menandakan tekanan asing masih berlanjut di saham konsumer. MTEL juga mengalami outflow asing -Rp6,3 miliar. Volume relatif kecil di semua losers, menunjukkan tekanan jual terbatas.


🌍 Net Foreign Flow

  • Net Foreign: -Rp549,29 Miliar ( outflow)
  • Total Nilai Transaksi: Rp9,53 Triliun
  • Rata-rata Perubahan: +1.20%
  • Total Ticker: 499

Net foreign masih outflow signifikan, dengan hampir seluruh tekanan berasal dari sektor Keuangan (-Rp549,80 miliar). Hanya sektor Energi (+Rp165,43 miliar) dan Barang Baku (+Rp18,27 miliar) yang mencatat inflow asing. Pola ini konsisten dengan rotasi asing ke sektor komoditas/energi yang diuntungkan oleh kenaikan harga batu bara.


🏭 Sektor Performance

Sektor Jumlah Rata-rata Change% Net Foreign (M)
🔥 Energi 61 +2.30% +165,43 M
🛒 Barang Konsumen Non-Primer 84 +1.52% -27,75 M
🥫 Barang Konsumen Primer 71 +1.47% -63,12 M
🏗️ Infrastruktur 42 +1.23% -12,02 M
💻 Teknologi 22 +1.22% -3,26 M
🏭 Perindustrian 30 +1.18% -45,73 M
⛏️ Barang Baku 52 +1.07% +18,27 M
🏠 Properti & Real Estat 41 +0.67% -15,47 M
🚚 Transportasi & Logistik 25 +0.45% -1,19 M
🏥 Kesehatan 21 +0.30% -14,66 M
🏦 Keuangan 50 +0.19% -549,80 M

All-green day — seluruh 11 sektor positif! Namun net foreign outflow masih berat di Keuangan. Energi jadi bintang dengan gain +2.30% dan inflow asing terbesar. Sektor Kesehatan paling lemah meski tetap hijau.


📰 Market News

IHSG Awali Kuartal III dengan Rebound 0.92%, Meski Volatilitas Tinggi & Pasar Sepi

IHSG menutup sesi 1 dengan kenaikan 0,84% setelah dibuka naik 1%, sempat mampir ke zona merah, lalu rebound ke 5.728 sebelum ditutup di 5.695. Nilai transaksi hanya Rp9,53 triliun — jauh di bawah rata-rata. BBCA dan BRPT jadi penopang utama. OJK menyatakan "ada yang salah" dengan IHSG yang terus merah dan akan melakukan perbaikan menyeluruh. Sumber: CNBC Indonesia

IHSG Anjlok 34,74% di Semester I-2026 — Net Foreign Outflow Rp73 Triliun

Sepanjang semester I, IHSG ambruk 34,74% dari 8.646 ke 5.643. Tertinggi tahunan di 9.174 (20 Jan) → terendah di 5.317 (8 Jun). Katalis: MSCI methodology change, mundurnya petinggi OJK & BEI, perang Iran, Fitch ratings downgrade, rebalancing indeks global. Net foreign outflow YTD Rp73,61 triliun. Target akhir tahun: 6.200. Sumber: CNBC Indonesia Research

OJK: "Ada yang Salah dengan IHSG" — Reformasi Pasar Modal Dipercepat

Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyatakan pelemahan IHSG berkelanjutan sebagai anomali. OJK bersama BEI dan SRO akan melakukan perbaikan terukur. Saat ini 957 emiten tercatat (2x lipat dari 2011) dan 28,81 juta investor (YTD +41,45%). Mayoritas investor adalah pemula berusia muda. Sumber: CNBC Indonesia

Asing Net Sell Rp1,04 Triliun Saat IHSG Ambruk 3% — BBCA Paling Banyak Dilepas

Pada perdagangan Selasa (30/6), asing mencatat net sell Rp1,04 triliun di seluruh pasar. BBCA jadi saham paling banyak dilepas (Rp766 miliar), disusul BBRI (Rp228 miliar) dan BMRI (Rp157 miliar). Net buy terbesar asing: TPIA (Rp87 miliar), CASA (Rp57 miliar), AMMN (Rp50 miliar). Sumber: CNBC Indonesia

Mandatori B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026 — Katalis Baru Sektor Energi & CPO

Pemerintah resmi memulai implementasi biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 dengan masa transisi 3 bulan. Seluruh SPBU wajib menjual B50 penuh per 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diharapkan menjadi katalis bagi emiten CPO dan energi, meski petani sawit khawatir tekanan pada harga TBS. Sumber: CNBC Indonesia


🌏 Macro & Global

Iran Tolak Bertemu Utusan AS — Prospek Damai Kembali Memudar, Minyak Rebound

Iran menegaskan tidak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan utusan AS Jared Kushner dan Steve Witkoff di Doha. Fokus saat ini adalah menyelesaikan rincian gencatan senjata sementara (60 hari) sebelum membahas isu nuklir. Harga minyak WTI naik 0,91% ke $70,13 dan Brent naik 0,69% ke $73,45. Iran juga berencana mengenakan tarif pelayaran di Selat Hormuz mulai pertengahan Agustus. Sumber: Kontan

Harga Minyak Catat Penurunan Kuartalan Terbesar Sejak COVID — Brent -38% di Q2

Minyak Brent turun 38% di Q2 2026 — penurunan kuartalan terbesar sejak Q1 2020 (COVID). Brent Juni -21%, melanjutkan Mei -19%. Produksi minyak AS naik ke rekor 13,93 juta barel/hari. Morgan Stanley memodelkan surplus global 4,8 juta barel/hari di 2027. Overbought teknis: Brent 13 hari berturut-turut di zona oversold. Sumber: Kontan

Cadangan Minyak Strategis AS Sentuh Level Terendah Sejak 1983

SPR AS turun 5,5 juta barel ke 325,7 juta barel — terendah sejak Mei 1983. Total 172 juta barel dilepas sejak perang Iran dimulai Februari. Total persediaan minyak AS (komersial + SPR) susut 111,4 juta barel ke 743,3 juta barel — terendah sejak 1984. Sumber: Kontan

Rupiah Mendekati Rp18.000/USD — Dolar Tekan Mayoritas Mata Uang Asia

Rupiah melemah ke kisaran Rp17.900–Rp17.953/USD di tengah ekspektasi suku bunga The Fed yang masih tinggi. Yen Jepang juga sentuh level terendah 40 tahun di 162,28/USD. Pasar mengantisipasi potensi pemangkasan Fed rate baru di September 2026. Data inflasi Indonesia Juni dirilis hari ini pukul 11:00 WIB. Sumber: Kontan

Inflasi Indonesia Juni Diproyeksi Naik ke 3.2% — Defisit Neraca Dagang Pertama dalam 6 Tahun

Konsensus CNBC Indonesia: inflasi Juni 0.30% MoM / 3.2% YoY, naik dari 3.08% di Mei. BPS juga umumkan neraca dagang Mei defisit US$1,61 miliar — defisit pertama sejak Mei 2020 (setelah 72 bulan surplus). Impor migas melonjak 70,78% YoY jadi US$4,51 miliar. Ekspor US$23,20 miliar vs Impor US$24,81 miliar. Sumber: CNBC Indonesia


📝 Rangkuman

IHSG menutup hari pertama kuartal III-2026 dengan catatan positif — naik 0.92% ke 5,695 setelah ambruk 3% sehari sebelumnya. Seluruh 11 sektor menghijau, dipimpin Energi (+2.30%) yang juga mencatat net foreign inflow terbesar (+Rp165 miliar). Meski demikian, sentimen pasar masih rapuh: net foreign outflow harian -Rp549 miliar (terpusat di Keuangan -Rp550 miliar), volume transaksi hanya Rp9,53 triliun (jauh di bawah rata-rata), dan volatilitas intraday tinggi dengan IHSG sempat menyentuh zona merah sebelum rebound.

Sektor energi dan komoditas menjadi penopang utama, didorong oleh katalis mandatori B50 yang mulai berlaku 1 Juli serta permintaan batu bara yang tetap kuat di tengah ketidakpastian Selat Hormuz. Saham second/third liner mendominasi top gainers (COCO +34%, BBRM +29%, PADI +28%), sementara CPIN (-6.76%) dan BJBR (-8.54%) masuk top losers dengan tekanan jual asing.

Dari sisi makro global, ketegangan AS-Iran kembali memanas setelah Iran menolak bertemu langsung dengan utusan AS. Harga minyak rebound tipis namun masih di zona oversold setelah penurunan kuartalan terburuk sejak COVID. Rupiah masih tertekan di Rp17.900/USD dan defisit neraca dagang pertama dalam 6 tahun menambah beban sentimen domestik. Pasar mencermati rilis inflasi Juni dan data PMI Manufaktur Indonesia hari ini sebagai indikator arah kebijakan ke depan.


Report oleh Supri Spinach | 1 Juli 2026 19:15 WIB


comments (0)

loading comments...