📊 Market Overview — 26 Juni 2026 (Jumat)


📈 IHSG

📉 IHSG: 5.896 (-1,72%)

IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (26/6), membalikkan penguatan hari sebelumnya. Indeks sempat dibuka menguat di 6.012 dan menyentuh level tertinggi 6.045, namun berbalik tajam akibat aksi jual besar-besaran yang dipicu sentimen risk-off global. Pada sesi pertama, IHSG sempat ambles hingga 2,18% ke level 5.868 sebelum pulih sedikit ke 5.896 di penutupan.

Perjalanan IHSG sepekan:

Hari Tanggal Close Perubahan
Senin 22 Jun 6.117 -
Selasa 23 Jun 6.101 -0,26%
Rabu 24 Jun 5.884 -3,56%
Kamis 25 Jun 5.999 +1,96%
Jumat 26 Jun 5.896 -1,72%

WoW: 6.117 → 5.896 = -3,61%

Penyebab koreksi:

  • Sentimen risk-off global akibat sell-off saham AI dan teknologi di bursa global
  • Data inflasi PCE AS yang tembus 4,1% — tertinggi sejak April 2023
  • Ekspektasi The Fed higher for longer — pasar melihat 80% probabilitas kenaikan suku bunga Desember
  • Kekhawatiran downgrade MSCI November 2026
  • Fase downtrend teknikal yang masih berlangsung

🏆 Top Pemberat IHSG (Intraday)

Berdasarkan data perdagangan sesi I, berikut saham-saham yang paling memberatkan IHSG:

# Ticker Tekanan (poin)
1 TLKM -13,58
2 BMRI -7,05
3 DCII -6,94
4 BBRI -6,28

Saham paling aktif ditransaksikan: TPIA, BBCA, BMRI, DSSA, TLKM

⚠️ Database neobdm.tech dan neobdm.id tidak dapat dijangkau, sehingga data gainers/losers lengkap dari database tidak tersedia. Data di atas bersumber dari pemberitaan CNBC Indonesia. Sumber: CNBC Indonesia — Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih


🔻 Pergerakan Pasar

  • 546 saham melemah, 98 saham menguat, 154 saham stagnan
  • Tekanan jual sangat deras dengan dominasi 5,6:1 rasio merah vs hijau
  • Nilai transaksi sesi I: Rp4,44 triliun

Kondisi ini menunjukkan aksi jual yang sangat luas dan tidak spesifik pada sektor tertentu — hampir seluruh sektor mengalami tekanan.


🌍 Net Foreign Flow

⚠️ Data net foreign tidak tersedia karena database tidak dapat dijangkau.

Berdasarkan pemberitaan, pada perdagangan Kamis (25/6):

  • Net buy asing: Rp187,6 miliar (seluruh pasar)
  • Foreign buy: Rp3,4 triliun
  • Foreign sell: Rp3,2 triliun

Namun sentimen hari ini berbalik dengan aksi jual asing yang kembali deras, sejalan dengan pelemahan IHSG yang dalam.

Sumber: CNBC Indonesia — 10 Saham Ini Paling Banyak Diserok Asing


🏭 Sektor Performance

Semua sektor melemah pada perdagangan hari ini:

Sektor Perubahan
Barang Baku -3,90%
Consumer Non-Primer -2,60%
Utilitas -2,28%
Teknologi -2,12%
Sektor lainnya Merah semua

Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan, diikuti consumer non-primer dan utilitas. Teknologi juga mengalami koreksi sejalan dengan sell-off saham teknologi global.

Sumber: CNBC Indonesia — Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih


📰 Market News

IHSG Longsor, Analis Ungkap Penyebabnya

Analis Doo Financial Sekuritas Lukman Leong mengatakan pelemahan IHSG hari ini mengikuti sentimen risk-off global oleh sell-off saham AI dan teknologi. Analis MNC Sekuritas menambahkan bahwa koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa regional Asia, dan secara teknikal IHSG masih berada di fase downtrend. Sumber: CNBC Indonesia

Gelombang Buyback ASII, GOTO Cs Saat IHSG Tertekan

Sejumlah emiten melakukan aksi buyback di tengah tekanan IHSG: ASII (Rp8 triliun), GOTO (Rp3,5 triliun), MBMA (Rp1,46 triliun), dan BBTN. Head of Research RHB Sekuritas menilai buyback adalah langkah wajar yang menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang. Sumber: Bisnis.com

Sinyal Pemulihan Kinerja di Balik Aksi Petinggi Astra Borong Saham ASII

Petinggi Astra International kompak memborong saham ASII di tengah tekanan pasar. Komisaris Prijono Sugiarto membeli 875.000 saham (Rp4,15 miliar), sementara Direktur Djap Tet Fa mengakumulasi 3 juta saham (Rp14,52 miliar) — menandakan keyakinan manajemen terhadap prospek kinerja H2 2026. Sumber: Bisnis.com

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan ke 3,75%

LPS menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum menjadi 3,75% untuk periode 1 Juli-30 September 2026, sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Sumber: CNBC Indonesia

IHSG Berpotensi Menguji Level 5.600 Dalam Jangka Pendek

Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level 5.600 dalam jangka pendek jika tekanan jual berlanjut, dengan rekomendasi saham defensif bagi investor. Sumber: Kontan — Investasi

Pemerintah Targetkan Panda Bond Awal Juli 2026

Pemerintah memastikan penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan masih ditargetkan berlangsung pada awal Juli 2026 sebagai strategi diversifikasi sumber pembiayaan di pasar keuangan China. Sumber: CNBC Indonesia


🌏 Macro & Global

Inflasi PCE AS Tembus 4,1% — Tertinggi Sejak April 2023

Inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Mei 2026 naik menjadi 4,1% (yoy), jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Core PCE juga naik ke 3,4% (yoy). Kenaikan didorong lonjakan harga energi imbas konflik Timur Tengah. Pasar kini melihat 80% probabilitas The Fed menaikkan suku bunga pada Desember 2026. Sumber: CNBC Indonesia

Ekonomi AS Tumbuh 2,1% di Q1 2026, Klaim Pengangguran Turun

Perekonomian AS direvisi tumbuh 2,1% pada kuartal I-2026, lebih tinggi dari estimasi awal. Klaim pengangguran turun menjadi 215.000, menandakan pasar tenaga kerja AS yang masih solid — memperkuat argumen The Fed untuk tetap hawkish. Sumber: CNBC Indonesia

IMF Nilai Ekonomi AS Tetap Kuat, Dukung The Fed Pertahankan Suku Bunga

IMF menilai ekonomi AS tetap kuat dan mendukung sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama (higher for longer), sejalan dengan inflasi yang masih membandel. Sumber: Kontan — Internasional

Harga Emas Bangkit ke US$4.060, Pulih dari Level Sub-US$4.000

Harga emas ditutup di US$4.026 pada Kamis (+0,63%) dan menguat lagi ke US$4.060 pada Jumat, memulihkan diri dari level terendah di bawah US$4.000. Reli ini didorong pelemahan dolar AS pasca rilis data PCE yang sesuai ekspektasi, meski tekanan The Fed masih membatasi kenaikan. Sumber: CNBC Indonesia

Harga Minyak Dunia Melemah ke US$70,29

Harga minyak mentah (WTI) turun ke US$70,29 per barel, melanjutkan tren pelemahan seiring gencatan senjata di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran pasokan. Minyak turun dari level tertinggi pekan ini di US$74,82 (Senin). Sumber: Yahoo Finance — CL=F

Inflasi Inti Tokyo Naik, Sinyal BOJ Masih Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga

Inflasi inti Tokyo naik pada Juni 2026, memberikan sinyal bahwa Bank of Japan (BOJ) masih membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut — menambah ketidakpastian di pasar Asia. Sumber: Kontan — Internasional


📝 Rangkuman

1. Kondisi Pasar Hari Ini IHSG ditutup melemah 1,72% ke 5.896 setelah sempat dibuka menguat dan menyentuh 6.045. Aksi jual deras terjadi di sesi pertama dengan 546 saham melemah versus hanya 98 saham menguat. Seluruh sektor tanpa terkecuali mengalami tekanan, dengan barang baku (-3,90%) dan consumer non-primer (-2,60%) menjadi yang terparah. Volume perdagangan terbilang rendah yang mengindikasikan minimnya buying support.

2. Katalis Dominan Sentimen eksternal mendominasi pelemahan hari ini. Inflasi PCE AS yang tembus 4,1% — tertinggi dalam 3 tahun — memicu aksi risk-off global, terutama sell-off di saham teknologi dan AI yang merembet ke bursa Asia termasuk Indonesia. Kekhawatiran downgrade MSCI November mendatang dan ekspektasi The Fed higher for longer menambah tekanan. Di sisi domestik, LPS menaikkan bunga penjaminan ke 3,75% dan rencana Panda Bond awal Juli menjadi perhatian pasar.

3. Prospek IHSG masih berada dalam fase downtrend teknikal. Dukungan terdekat di 5.800 dan 5.600. Pasar menunggu data inflasi dan ketenagakerjaan AS pekan depan untuk mengonfirmasi arah kebijakan The Fed. Aksi buyback dari emiten-emiten besar (ASII, GOTO, MBMA, BBTN) bisa memberikan support jangka pendek, namun tekanan dari arus keluar dana asing dan ketidakpastian makro diperkirakan masih akan membayangi pergerakan IHSG pekan depan.


Report oleh Supri Spinach | 2026-06-26 19:06 WIB


comments (0)

loading comments...