📊 Market Overview — Jumat, 2 Oktober 2026
📈 IHSG
📈 IHSG: 6.036,89 (+0,46% / +27,39 poin)
IHSG berbalik menguat dan menutup pekan di atas level psikologis 6.000, mengakhiri rentetan 6 hari berturut-turut di zona merah. Indeks dibuka naik di 6.018,08, sempat menyentuh high intraday 6.053,24, lalu tertekan ke low 5.979,98 di sesi I sebelum pulih di sesi II. Penguatan ditopang aksi beli investor domestik, di tengah asing yang masih mencatat net sell (±Rp1,17 triliun). Rentang sepekan: support kritis di 5.950–5.980, resistance di 6.053–6.120.
Rebound terjadi di tengah panasnya sentimen global: yield US Treasury 10Y menyentuh level tertinggi sejak 2002 dan harga minyak Brent bertahan di atas US$100/barel.
🏆 Top 10 Gainers
| # | Ticker | Nama | Harga | Change% | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | BLTZ | Graha Layar Prima | 3.600 | +25,00% | — |
| 2 | BSWD | Bank of India Indonesia | 3.600 | +25,00% | — |
| 3 | ROCK | Rockfields Properti Indonesia | 2.960 | +24,89% | — |
| 4 | MBSS | Mitrabahtera Segara Sejati | 3.630 | +24,74% | Rp63,5 M |
| 5 | STAR | Calculus Global Ventures | 386 | +24,52% | — |
| 6 | CSMI | Cipta Selera Murni | 332 | +14,48% | Rp51,4 M |
| 7 | SEMA | Semacom Integrated | 470 | +11,37% | Rp29,7 M |
| 8 | GOTO | GoTo Gojek Tokopedia | 30 | +7,14% | Rp2,69 T |
| 9 | CYBR | ITSEC Asia | 505 | +6,54% | Rp19,3 M |
| 10 | SMLE | Sinergi Multi Lestarindo | 302 | +6,34% | Rp27,0 M |
Baris 1–5 = kenaikan tertinggi seluruh pasar; baris 6–10 = gainer terbesar di antara 100 saham dengan nilai transaksi terbesar. Papan gainer didominasi second/third liner (properti, media, teknologi). Sorotan: GOTO +7,14% ke Rp30 dengan nilai transaksi jumbo Rp2,69 T — rebound teknikal setelah berhari-hari dibantai asing. MBSS dan AALI (+4,43%), PTBA (+4,26%) turut menonjol di sektor energi/komoditas.
🔻 Top Losers
| # | Ticker | Nama | Harga | Change% | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ALKA | Alakasa Industrindo | — | -14,98% | — |
| 2 | CCSI | Communication Cable Systems Indonesia | 400 | -14,89% | Rp29,5 M |
| 3 | HOPE | Harapan Duta Pertiwi | — | -14,86% | — |
| 4 | WIFI | Solusi Sinergi Digital | 1.435 | -11,15% | — |
| 5 | DIVA | Distribusi Voucher Nusantara | 130 | -10,34% | — |
| 6 | PACK | Abadi Nusantara Hijau Investama | 428 | -9,70% | — |
| 7 | ARKO | Arkora Hydro | 2.750 | -8,33% | — |
| 8 | SINI | Singaraja Putra | 17.225 | -5,87% | — |
Top Losers LQ45: WIFI (-11,15%), AMMN (-2,97%), UNVR (-2,77%).
Tekanan terbesar menyasar saham non-blue chip seperti ALKA, CCSI, dan HOPE yang jatuh >14% setelah reli sebelumnya. Di kalangan big cap, AMMN (-2,97%), UNVR (-2,77%), CUAN (-2,31%), PTRO (-1,91%), dan TPIA (-1,73%) menjadi pemberat; SINI dan WIFI melanjutkan tren pelemahan akibat aksi lepas asing.
🌍 Net Foreign Flow
- Net Foreign: ≈ -Rp1,17 triliun (net sell, seluruh pasar / data sesi I Stockbit)
- Total Nilai Transaksi: Rp12,26 triliun (naik dari Rp11,07 T kemarin)
- Total Volume: 121,54 miliar saham · Frekuensi 1,63 juta transaksi
- Kapitalisasi Pasar: Rp10.650,6 triliun
- Breadth: 319 saham naik · 337 turun · 134 stagnan
Top Net Buy Asing (±sesi I): ASII (+Rp19,54 M), EMAS (+Rp16,58 M), PTBA (+Rp10,26 M), SMGR (+Rp6,22 M), GGRM (+Rp5,94 M), UNTR (+Rp5,36 M), PTRO (+Rp4,92 M), INCO (+Rp3,76 M).
Top Net Sell Asing (±sesi I): GOTO (-Rp844,04 M / ±31,55 miliar lembar), BBRI (-Rp93,66 M), BBCA (-Rp55,57 M), BMRI (-Rp47,16 M), TLKM (-Rp38,73 M), DSSA (-Rp38,37 M), SINI (-Rp38,15 M), INET (-Rp25,70 M), AMMN (-Rp10,40 M).
Aneh: meski asing net sell deras — hampir ¾-nya dari GOTO — IHSG tetap ditutup menghijau berkat beli domestik yang terarah ke komoditas/energi (ASII, EMAS, PTBA, INCO) dan bank big cap (BBCA, BMRI, SMGR). Pola "asing keluar dari tech/bank pelat merah, domestik masuk ke value play" makin jelas.
🏭 Sektor Performance
| Peringkat | Sektor | Change% |
|---|---|---|
| ● 1 | Teknologi | +1,51% |
| ● 2 | Energi | +1,12% |
| ● 3 | Barang Konsumen Primer | +0,67% |
| ● 4 | Barang Baku | +0,47% |
| ● 5 | Properti & Real Estat | +0,39% |
| ● 6 | Kesehatan | +0,20% |
| ● 7 | Keuangan | +0,19% |
| ● 8 | Barang Konsumen Non-Primer | -0,07% |
| ● 9 | Infrastruktur | -0,90% |
| ● 10 | Transportasi & Logistik | -1,38% |
| ● 11 | Perindustrian | -1,70% |
7 sektor naik, 4 sektor turun. Teknologi memimpin rebound (GOTO, CYBR) setelah berhari-hari jadi sektor terlemah. Energi kokoh seiring minyak di atas US$100 dan cuan komoditas (PTBA, ADRO, AALI). Sebaliknya Perindustrian (-1,70%), Transportasi (-1,38%), dan Infrastruktur (-0,90%) paling tertekan, menandakan risiko masih dipasang di sektor siklikal domestik.
📰 Market News
IHSG Berbalik Naik ke 6.036, Akhiri 6 Hari Koreksi
IHSG ditutup menguat 27,39 poin atau 0,46% ke 6.036,88. Sebanyak 319 saham naik, 337 turun, 134 stagnan. Tujuh indeks sektoral menguat dipimpin teknologi (+1,51%) dan energi (+1,12%). Penguatan ditopang beli domestik di tengah asing yang masih net sell Rp1,17 triliun. Sumber: Kontan
Reshuffle Kabinet Merah Putih Bayangi IHSG
Presiden Prabowo merombak Kabinet Merah Putih (1/10): Bahlil Lahadalia (Menko Hilirisasi & Transisi Energi), Sugiono (Menko PMK), Dudung Abdurachman (Menko Polkam). Ketidakpastian pasca-reshuffle menambah tekanan domestik di tengah rupiah dan pasar saham yang masih lemah. Sumber: Bisnis.com
Asing Lepas GOTO hingga Rp844 Miliar di Sesi I
Tekanan jual asing berpusat pada GOTO (net sell Rp844 M / ±31,55 miliar lembar), disusul tiga bank besar: BBRI (-Rp93,66 M), BBCA (-Rp55,57 M), dan BMRI (-Rp47,16 M). Di sisi lain asing mengakumulasi ASII, EMAS, PTBA, dan SMGR — mengalihkan dana ke sektor komoditas. Sumber: CNBC Indonesia via Business Review Asia
Dolar Nyaris Rp18.000, Kemenkeu Bocorkan Jurus Amankan Rupiah
Rupiah bergerak di kisaran Rp17.900–17.941/USD. Wamenkeu Juda Agung menyebut strategi menjaga daya tarik yield SBN (Global Bonds, Panda Bonds) agar cadangan devisa kuat untuk stabilisasi nilai tukar. Rupiah tetap fluktuatif akibat tekanan eksternal. Sumber: CNBC Indonesia
Inflasi September 2026 Terjaga di 3,28% (yoy)
BPS mencatat inflasi IHK September 2026 sebesar 0,30% (mtm) dan 3,28% (yoy) — tetap dalam sasaran 2,5±1%. Inflasi inti 2,84% (yoy). Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali pada 2026–2027. Sumber: Bank Indonesia
BEI Aktifkan Kembali Short Selling, Saham Rp1 Berlaku
BEI resmi mengaktifkan kembali perdagangan short selling secara terbatas sejak 1 Oktober 2026 (≈50 investor terdaftar awal) untuk memperdalam likuiditas & hedging. Sebelumnya, kebijakan batas bawah harga Rp1 juga mulai berlaku 28 September 2026. Sumber: Astakom
🌏 Macro & Global
Global Bond Sell-Off: Yield US 10Y Cetak Rekor 24 Tahun
Yield US Treasury 10Y menyentuh level tertinggi sejak 2002 (intraday ~5,34%, ditutup ~5,24%), sedangkan 30Y menembus 5,61% (tertinggi 24 tahun). Biaya pinjaman UK 30Y melewati 6% (tertinggi sejak 1998). Pemicu: kekhawatiran defisit fiskal AS + lonjakan inflasi akibat energi mahal. Dampak ke RI: tekanan pada rupiah, SBN, dan aliran modal asing. Sumber: The Guardian · Financial Express
Minyak Bertahan di Atas US$100: AS Kirim Kapal Induk Ketiga, China Setop Ekspor BBM
Brent ditutup Kamis melesat >4% ke US$102,31/barel (WTI US$92,87), dan Jumat bertahan di sekitar US$102,6. Pemicu: laporan WSJ soal pengiriman kapal induk ketiga + hingga 10.000 pasukan AS ke Teluk Persia, serta keputusan China menghentikan ekspor bahan bakar. Harga energi yang tinggi menambah risiko inflasi global. Sumber: Reuters via The Business Standard · Kompas
Perang AS-Iran Masuki Bulan ke-8, Selat Hormuz Masih Diblokir
Konflik AS-Israel vs Iran berlanjut dengan status standoff; Selat Hormuz tetap tersumbat sehingga arus energi global terganggu. Trump mengancam "Economic D-Day" atas Teheran. Brent tercatat masih hampir 70% lebih tinggi sepanjang tahun ini. Sumber: CNBC
Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS, Peluang Kenaikan Fed Rate Oktober ±25-28%
Nonfarm Payrolls September diproyeksi +90.000 dengan unemployment stabil 4,1%. Data panas berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bulan ini (kini ±25–28% via CME FedWatch). Bursa Asia mixed: Hang Seng -2,6% (terendah sejak Juli), Nikkei -0,9%, Kospi +0,5%. Sumber: Reuters via finwire.io · FXStreet
📝 Rangkuman
1. Kondisi pasar. IHSG mengakhiri pekan dengan rebound tipis +0,46% ke 6.036,89, memutus rantai 6 hari koreksi. Yang menarik, pembalikan ini terjadi tanpa dukungan asing — asing tetap net sell ±Rp1,17 triliun (sebagian besar dari GOTO). Tenaga pengangkat justru datang dari investor domestik yang masuk ke saham value/komoditas (ASII, PTBA, SMGR, INCO) dan big bank (BBCA, BMRI). Volume transaksi naik ke Rp12,26 triliun, breadth masih negatif tipis (319 naik vs 337 turun), mencerminkan rebound yang rapuh dan belum broad-based.
2. Sektor & saham. Papan gainer dikuasai second/third liner (BLTZ, BSWD, ROCK, MBSS, STAR) plus rebound emiten teknologi (GOTO +7,14%, CYBR +6,54%). Sektor Teknologi (+1,51%) dan Energi (+1,12%) memimpin; sebaliknya Perindustrian (-1,70%), Transportasi (-1,38%), dan Infrastruktur (-0,90%) terlemah. Papan loser dihuni saham lapis ketiga (ALKA, CCSI, HOPE >-14%) dan big cap bertekanan (AMMN, UNVR, TPIA, CUAN), plus SINI/WIFI yang terus dilepas asing.
3. Katalis. Sentimen datang dari dua arah. Domestik: reshuffle Kabinet Merah Putih menambah ketidakpastian, namun inflasi September terjaga (3,28% yoy) dan likuiditas pasar didukung aktivasi kembali short selling. Global: kombinasi global bond sell-off (yield US 10Y rekor 24 tahun) dan minyak di atas US$100 akibat eskalasi AS-Iran + China setop ekspor BBM menekan rupiah (Rp17.900-an), SBN, dan risiko inflasi. Pasar kini menanti data tenaga kerja AS sebagai penentu arah suku bunga Fed.
Watch Senin: apakah rebound berlanjut atau hanya dead-cat bounce. Kunci ada di aliran asing (masih keluar?), rupiah (uji Rp18.000?), dan harga minyak. Support 5.950–5.980, resistance 6.053–6.120.
Data per-stock (gainers/losers, net foreign flow, sektor) dihimpun dari BEI, RTI Business, Stockbit & pemberitaan pasar — DB internal untuk tanggal ini belum tersinkron penuh.
Report oleh Supri Spinach | 02 Oktober 2026, 19:02 WIB